Hai, selamat malam.
Kutulis ini kala sendu.
Entah kenapa, tapi tiba-tiba aku rindu teman-teman dan sahabat-sahabat.
Banyak yang sudah lama tidak bersua.
Kau tahu?
Kutulis ini dengan menahan kaca-kaca di mataku biar tak tumpah.
Ah aku terlampau sendu.
Aku hanya rindu berteriak antusias waktu bertemu teman dan sahabat.
Berlari riang mendekat lalu memeluk erat.
Ah itu menyenangkan sekali.
Lalu kita mulai menyanyakan kabar masing-masing.
Tersenyum, tertawa, terbahak.
Bicara tentang banyak hal.
Ngalor-ngidul.
Hingga lupa waktu.
Lalu muncul lambaian tangan, tanda jarak harus timbul.
Lalu aku rindu lagi.
Senin, 30 Desember 2013
Sabtu, 14 Desember 2013
Deretan Tulisan yang Bicara Banyak Hal: Empat belas Desember (titik)
Deretan Tulisan yang Bicara Banyak Hal: Empat belas Desember (titik): Hai, selamat tanggal empatbelas desember. Tanggal yang pernah jadi tanggal yang menakjubkan buatku. Tanggal di mana aku mengenal kamu...
Empat belas Desember (titik)
Hai, selamat tanggal empatbelas
desember.
Tanggal yang pernah jadi tanggal
yang menakjubkan buatku.
Tanggal di mana aku mengenal kamu,
tepat empat tahun lalu.
Dimulai pada saat itu hari-hariku
jadi warna-warni.
Dimulai pada waktu itu aku mengenal
apa yang orang-orang sering bilang; cinta pertama.
Hey, hari itu sudah lama tertinggal
di belakang.
Aku tidak lupa, bahkan hari itu
sudah empat tahun berlalu.
Maafkan aku yang tidak sepenuhnya
menunggumu, sebelum empatbelas desember ini aku berubah arah.
Tak lagi menuju ke padamu.
Tidak lagi menunggumu.
Hai, boleh kusebut kamu sayang
untuk kali ini saja? Hanya dalam entri blog ini.
Baiklah, kuanggap kamu setuju.
Sayang, terima kasih karena
mengantarku mengenal rasa yang mengagumkan itu.
Maafkan aku yang lancang.
Maafkan aku yang tidak mampu
menghentikannya sedari awal.
Maafkan aku yang rewel mengganggumu
mungkin hingga akhir-akhir ini.
Tapi tenanglah, maaf, kamu sudah
tergantikan.
Dan yang perlu semua orang tahu,
aku jauh lebih tenang daripada kamu.
Kelegaan karena telah melepasmu
tidak bisa kujabarkan sayang.
Hari ini, izinkan aku menuliskan
ini.
Menuliskan hal yang bahkan tidak
akan kamu baca.
Tapi aku senang melakukannya, jadi
selalu kuulangi.
Kamu bisa lihat sayang, entri blogku
akhir-akhir ini bukan tentangmu lagi.
Kamu sekarang bisa bernapas lega,
aku yang mengganggumu tidak akan mengganggumu lagi.
Jadi jangan rindu sayang :’’
Kamu sepantasnya memberiku selamat
karena di empatbelas desember ini aku mampu lepas dari yang orang tua selalu
bilang; cinta monyet :’’
Selamat melanjutkan hidup, semoga
kita menemukan bahagia kita masing-masing.
Dengan cara dan jalan yang mungkin
berbeda.
Bagaimanapun, aku pernah sangat
menyukaimu, bahkan ketika kamu sedang sangat menyebalkan.
Bagaimanapun, kamu pernah ada pada
saat aku sedang jatuh-jatuhnya.
Terima kasih untuk hal-hal indah
yang pernah ada.
Segala kesedihan tentangmu akan
kulupakan.
Jumat, 06 Desember 2013
Keep Calm and Get Your Birthday On!
Selamat berkurang jatah umur kamu yg ndak bisa saya sebut namanya.
Semoga diberi berkah sehat sama ALLAH.
Kuliah lancar, dan semoga tambah dewasa.
Saya ndak bisa kasih apa-apa, selain entri baru di blog.
Juga hanya bisa meng-aamiin-kan seluruh doa baik bagimu.
Tenang, kamu sudah tergantikan :)
Kamis, 28 November 2013
Kalimat Bohong - "everything gonna be oke"
Kalimat
Bohong “everything gonna be oke”
Di sini,
apa cuma aku yang bilang kalimat di atas adalah kalimat bohong?
Bagiku iya.
Segala hal
tidak akan pernah selalu baik-baik saja.
Akan ada
hal-hal yang terjadi luar kendali kita.
Akan ada
hal-hal yang muncul tanpa kesiapan kita.
Termasuk
hal-hal menyedihkan, menyakitkan.
Kehilangan
misalnya.
Kehilangan
akan mencipta keadaan tidak baik-baik saja.
Jadi,
apa kalimat “everything gonna be oke” masih bisa dipercaya?
Untukku
sulit.
Berulang
kali aku menyangkal pendapatku ini.
Dan berulang
kali pula usahaku hanya berbuah kesia-siaan.
Percaya aku,
akan ada hal-hal yang tidak baik-baik saja.
Dan satu
hal lagi yang harus dipercaya.
Akan ada
keadaan di mana kita bisa melalui keadaan tidak baik-baik saja.
Akan ada
kekuatan untuk menghadapinya.
Akan ada
itu semua.
Siang menjelang sore di dua
puluh delapan november dua ribu tiga belas J
Selasa, 26 November 2013
duapuluhempathari
selamat sore mendung.
dua puluh empat hari belakangan aku gelisah.
aku kedatangan gersang selama dua puluh empat hari belakangan.
teduhnya tak lagi hadir.
teduhnya tak lagi mampir.
aku rindu.
bukan, aku bukan rindu.
atau tak hanya rindu.
tapi aku takut, aku lupa 'keteduhannya'.
sudah dua puluh empat hari.
aku tak melihatnya.
mata yang teduh itu
mata teduhmu.
duapuluhenamnovember duaributigabelas.
duapuluhempathari setelah malam itu.
Kamis, 31 Oktober 2013
hehehe~
Di kisah lalu, hujan adalah sarana untuk kita bertemu.
Dalam kisah sekarang, hujan adalah penghalang.
<30/10/13>
Rinduku tak pernah punya alat untuk terlebur.
Izinkan ia lesap kala kau dekap.
<31/10/13>
Rinduku, tintaku.
<31/10/13>
Kepada mata sendumu, aku menyelipkan salam takzim.
Maafkan tingkahku karna rindu yang tak lazim.
<31/10/13>
Senin, 07 Oktober 2013
Sesederhana itu....
Sebuah keinginan sederhana, Tuhan, tolong kabulkan. Mungkin tidak sekarang. Aku masih menunggu, meski esok, lusa, dan beratus-ratus hari ke depan. Aku akan tetap menungguMU mengabulkannya.
Sesederhana;
Nonton Payung Teduh bersamanya.
Kita nyanyi 'Mari Bercerita' bareng.
:)
Sesederhana;
Nonton Payung Teduh bersamanya.
Kita nyanyi 'Mari Bercerita' bareng.
:)
Minggu, 06 Oktober 2013
Lenyap, Menguap
Semua sudah selesai.
Terhitung sejak benda itu sampai ke tanganmu.
Semuanya mencapai akhir.
Terhitung sejak hari lalu.
Saya tidak akan memaksakan jalan cerita.
Biar semua mengalir apa adanya.
Setidaknya saya sempat berusaha.
Bukan cuma duduk menunggu takdir menjawab tanya.
Saya hanya mau diam.
Tak kemana-mana.
Tak lagi berbuat apa-apa.
Segala usaha dan doa, lenyap, menguap.
Terhitung sejak benda itu sampai ke tanganmu.
Semuanya mencapai akhir.
Terhitung sejak hari lalu.
Saya tidak akan memaksakan jalan cerita.
Biar semua mengalir apa adanya.
Setidaknya saya sempat berusaha.
Bukan cuma duduk menunggu takdir menjawab tanya.
Saya hanya mau diam.
Tak kemana-mana.
Tak lagi berbuat apa-apa.
Segala usaha dan doa, lenyap, menguap.
#hari ke enam bulan oktober duaributigabelas
Senin, 30 September 2013
Rasa
Kamu pernah merasakan debar bahagia sekaligus hantaman pilu dalam satu waktu? Jika belum, apakah kamu mau tahu rasanya? Perasaan semacam ini akan membuatmu makan tak enak, tidur tak nyenyak. Sungguh. Aku kini merasakannya.
Ketika kamu kehilangan kesempatan sebelum kamu sempat memulainya, ini jauh lebih menyesakkan dibanding ketika kamu berusaha dan gagal. Setidaknya kamu pernah dan sempat mencoba.
Memang ada beberapa hal dalam hidup ini, yang kamu belum sempat sekalipun menggenggamnya, namun kamu telah tiba di waktu kamu harus melepaskannya. Tanpa pernah berhak memiliki dalam nyata.
Biar, biarkan segalanya terjadi. Hal-hal dalam hidupmu, biarkan mereka datang.
Bahkan kejadian-kejadian yang tak pernah kamu harapkan datang.
Mereka tetap harus datang, biar kamu tahu hal-hal yang belum pernah kamu ketahui, hal-hal yang sebelumnya tak kamu pahami.
Hidup akan dan harus terus berjalan. Sekeras apapun usahamu untuk menghentikan rodanya.
Upayamu hanya berbuah sia-sia. Karena hidup akan terus menggelinding dan membawa serta kamu ke dalam putarannya.
Hujan kala kemarau ini biar mengguyur gersangmu dan lukamu. Supaya kamu tak kering kerontang kehausan. Hujan kala kemarau kali ini, biar meluruhkan semua kepedihanmu.
Menangislah jika kamu mau.
Menangislah bersama hembusan angin yang setia menemanimu.
Menangislah bersama langit yang terus menatapmu.
Menangislah bersama semua sakitmu, biar bias, lalu musnah, hilang.
Dan semoga tak berbekas.
~Hari terakhir di September duaributigabelas
Rabu, 31 Juli 2013
Senin, 22 Juli 2013
this is life~
this is life....
kadang, walau kita tulus mencintai seseorang..
kita belum tentu bersamanya..
karena kita terlalu mencintainya..
itu masalahnya..
:))
kadang, walau kita tulus mencintai seseorang..
kita belum tentu bersamanya..
karena kita terlalu mencintainya..
itu masalahnya..
:))
Jumat, 12 Juli 2013
Hujan, aku rindu kemarau
Hujan, aku rindu kemarau.
Hujan, aku rindu kemarau.
Tidakkh kamu lelah menyapa tanah, paving, juga aspal?
Belum ada niatkah untuk istirahat sejenak?
Hujan, aku rindu kemarau.
Saat di mana dinginnya pagi tidak pernah sopan mengusik.
Saat di mana matahari dengan gagah menunjukkan dirinya.
Menebar pesona hangat kala pagi.
Dan siap memamerkan panasnya kala siang.
Hujan, aku rindu kemarau.
Ketika tiba 'sore-yang-memesona' itu.
Aku bisa meniakmati teduhnya angin yang menerpa.
Hujan, aku rindu kemarau.
Waktu aku bisa melihat langit yang luar biasa dengan taburan bintang.
Malam yang mengagumkan.
Hujan, aku rindu kemarau.
Hujan, aku rindu kemarau.
Ada kenangan yang harus kugali, biar tak hilang terguyur dirimu.
Ada kenangan yang ingin kurengkuh, biar tak lenyap tersiam dirimu.
Hujan, aku rindu kemarau.
Aku rindu kemarau.
Hujan.... kumohon....
Hujan, aku rindu kemarau.
Tidakkh kamu lelah menyapa tanah, paving, juga aspal?
Belum ada niatkah untuk istirahat sejenak?
Hujan, aku rindu kemarau.
Saat di mana dinginnya pagi tidak pernah sopan mengusik.
Saat di mana matahari dengan gagah menunjukkan dirinya.
Menebar pesona hangat kala pagi.
Dan siap memamerkan panasnya kala siang.
Hujan, aku rindu kemarau.
Ketika tiba 'sore-yang-memesona' itu.
Aku bisa meniakmati teduhnya angin yang menerpa.
Hujan, aku rindu kemarau.
Waktu aku bisa melihat langit yang luar biasa dengan taburan bintang.
Malam yang mengagumkan.
Hujan, aku rindu kemarau.
Hujan, aku rindu kemarau.
Ada kenangan yang harus kugali, biar tak hilang terguyur dirimu.
Ada kenangan yang ingin kurengkuh, biar tak lenyap tersiam dirimu.
Hujan, aku rindu kemarau.
Aku rindu kemarau.
Hujan.... kumohon....
Jumat, 05 Juli 2013
Selamat Mencari :))
Hai, selamat pagi..
Saya paham betul kamu sibuk..
Sibuk sekali..
Mana mungkin membaca ini, bahkan sekalipun kamu nggak sibuk..
Kamu mungkin nggak akan baca ini..
Hai masa esemaku, kamu memang berhak memilih orang yang terbaik..
Dia yang kamu impikan..
Dia yang bisa kamu banggakan..
Dia yang kamu sukai sepenuhnya..
Dia yang membuat duniamu penuh dengan kata 'senang' atau 'bahagia'..
Kamu amat berhak atas itu..
Hai masa esemaku, aku tahu semua kriteria di atas tidak ada dalam diriku..
Aku paham Mas..
Maka, carilah 'dia', 'dia' yang kamu mau..
Kamu pasti menemukannya Mas, pasti..
Selamat mencari :))
Saya paham betul kamu sibuk..
Sibuk sekali..
Mana mungkin membaca ini, bahkan sekalipun kamu nggak sibuk..
Kamu mungkin nggak akan baca ini..
Hai masa esemaku, kamu memang berhak memilih orang yang terbaik..
Dia yang kamu impikan..
Dia yang bisa kamu banggakan..
Dia yang kamu sukai sepenuhnya..
Dia yang membuat duniamu penuh dengan kata 'senang' atau 'bahagia'..
Kamu amat berhak atas itu..
Hai masa esemaku, aku tahu semua kriteria di atas tidak ada dalam diriku..
Aku paham Mas..
Maka, carilah 'dia', 'dia' yang kamu mau..
Kamu pasti menemukannya Mas, pasti..
Selamat mencari :))
Selasa, 02 Juli 2013
Kamis, 13 Juni 2013
Selamat pagi, kamu yang berdiri di sana :))
Sepagi ini aku resah, tahu bahwa kamu sedang berdiri di sana.
Di tempat biasa kita bertemu.
Memainkan kaki panjangmu.
Pertanda kamu sedang menunggu.
Tapi aku tidak bisa datang.
Juga tidak mampu memberi kabar.
Di sini, sepagi ini aku juga gelisah.
Bingung bagaimana caranya aku bisa datang.
Berpikir keras.
Tapi pada akhirnya aku tidak berbuat apapun.
Duduk diam.
Menyerahkan kepasrahan.
Jika kita memang berjatah bertemu lagi.
Kita akan bertemu lagi.
Bukan, bukan aku tidak berkeinginan berusaha.
Hanya, aku menyerahkan segala kepasrahan.
Bukankah, kita juga sudah berusaha?
Hanya, campur tangan Tuhan juga yang menentukan.
Selamat pagi, kamu yang berdiri di sana :))
Minggu, 09 Juni 2013
Mimpi-mimpi Itu Lagi
Kepada kamu yang (dulu) selalu berujar semuanya-akan-baik-baik-saja.
Kepada kamu sang parter diskusi yang ‘cukup’ baik.
Kepada kamu penenang penyesalan.
Kepada kamu satu-satunya member lain selain aku di ‘karena kami bukan anak pertama’ united.
Kepada kamu yang tahu benar mimpi-mimpiku.
Kepada kamu.... kamu....
Ada banyak cerita yang tertahan dalam hati ingin kubagi..
Ada mimpi-mimpi itu lagi, yang menyembul keluar dari persembunyiannya selama ini.
Lalu kepada siapa lagi?
Harus kumencari sumber energi lain untuk memebenamkan mimpi-mimpi itu kembali.
Melarungnya ke samudera maha luas agar ia takkan muncul lagi.
Mimpi yang resmi harus kuenyahkan kurang lebih setahun lalu.
Bukan mimpi-mimpi bualan cinta.
Bukankah mimpi dalam kehidupan ini tidak melulu soal cinta?
Sabtu, 08 Juni 2013
'Kekuatan Sebuah Pena' ~Tere Liye :))
Salah satu keinginan yang pengen aku wujudin di
2013 adalah ketemu salah satu penulis favoritku, bang Darwis Tere Liye.
Dan akhirnya, kamis 6 Juni 2013 Alhamdulillah
aku dikasih kesempatan buat ikut seminarnya bang Tere di UGM.
Udah lama banget pengen ikut seminarnya bang
Tere. Mulai dari seminar yang di UNDIP, UNY. Dua-duanya terlewatkan gitu aja.
Udah sempet patah hati sebenernya.
Sampai akhirnya, di suatu siang (ciegitu) kakak
kelas SMA aku yang juga suka karya-karyanya bang Tere ngasih tau kalau bakal
ada seminarnya Beliau di UGM. Ya udah, langsung cap cus pesen tiketnya.
Tadinya, aku kira bang Tere orangnya kalem,
kebapakan gitu.. ternyata.....
Orangnya selow banget. Asik, lucu. Nggak ribet.
FYI, pas ngisi seminar, Beliau dengan santainya
pakai sandal jepit. Padahal dalam bayangan aku, bang Tere nantinya pakai
kemeja, jalannya kalem gitu. Taunya pas keluar, asik aja gitu pakai kaos,
celana jeans, kupluk, sweater yang dikalungin di leher dan, sendal jepit. Iya
sendal jepit.
Tapi kecenya, dari mulai kupluk, sweater, sampe
sendal jepitnya warnanya senada gitu. Hijau.
Nih.... :D
![]() |
Kata-kata yang aku inget sampe pas nulis ini
adalah; ”Kita tidak akan pernah bisa mengalahkan waktu.”
Daleeeemm....
Oya, seminar yang diadain di UGM ini temanya;
‘Kekuatan Sebuah Pena’
Jadi talk show seputar dunia tulis menulis.
Di sini bang Tere berbagi tips buat kita-kita
tentang menulis.
Aku mau bagi tipsnya deh, supaya bermanfaat bagi
banyak orang.
Kata bang Tere lagi; ’menulis adalah menyebar
buah-buah kebaikan’
Ini ceritanya lagi mengamalkan kalimat itu.
Hehe.
Nih tipsnya.....
- Semua hal itu pada dasarnya bisa menginspirasi kita untuk menulis.
Dimulai dari aktivitas kita
sehari-hari, hobby, maupun hal-hal menyakitkan dan menyedihkan yang kita alami.
Semuanya bisa jadi bahan inspirasi.
Cuman yang ditekankan bang Tere
di sini adalah, setiap penulis yang baik harus bisa memandang sesuatu dengan
sudut pandang yang spesial. Yaitu, sudut pandang yang bisa jadi tidak
dipikirkan orang lain.
- Berpikir kreatif.
Berpikir kreatif itu nggak
harus selalu orisinil. Katanya, perbanyaklah membaca buku. Saat kita membaca
sebuah karya, dan kita coba menulis. Dan saat itu gaya bahasa kita terpengaruh
gaya bahasa orang lain. Itu nggak masalah. Nggak masalah.
- Berpikir spesial.
Berpikiran yang berbeda dari
orang lain. Berpikir yang tidak banyak dipikirkan orang lain. Dan berpikir
spesial itu tidak harus megah. Tidak perlu muluk-muluk. Sederhana.
·
- Setiap penulis itu selalu butuh amunisi.
Amunisi dalam hal ini apa?
Bahan tulisan. Tanpa bahan tulisan bang Tere mengibaratkan penulis seperti teko
kosong yang mencoba mengisi cangkir. Dipaksa bagaimanapun, cangkir tidak akan
pernah terisi. Jadi, kata-kata adalah senjata terbaik bagi seorang penulis.
·
- Dalam dunia tulis menulis, tidak ada tulisan baik, juga tidak ada tulisan buruk.
Yang ada adalah tulisan
tersebut relevan atau tidak dengan sang pembaca.
Bang Tere juga memotivasi kita
untuk membangun motivasi di dalam diri kita untuk menulis. Karena menulis juga
butuh motivasi. Ketika kita kehilangan motivasi tersebut, panggil kembali.
Karena motivasi yang kuat di dalam diri sangat berpengaruh.
![]() |
| ini muka norak aku yg saking senengnya :)) *ignore*
kamis, 6Juni 2013
|
Sabtu, 01 Juni 2013
Jangan Takut Edelweis, Jangan Takut Dandelion
Untuk Edelweis, Untuk Dandelion
Jangan pernah takut
Jangan pernah merasa kalian tidak istimewa
Bagiku, kalian adalah bunga, tanaman atau apapun istilahnya yang keren!
Kalian menakjubkan
Kalian indah
Bagaimana bisa kalian tetap memesona bertengger di vass kamarku untuk waktu yang cukup lama
Meski Dandelion sedikit rapuh jika terkena angin
Tapi, sungguh Dandelion cantik, cantiiiikk sekali
Arti dari diri kalian membuat kalian spesial
Dan berbeda dari bunga-bunga lainnya
![]() |
| Kamu istimewa di hati my Dandelion |
![]() |
| Entah edelweis beneran apa engga, yang aku tahu ini dari kakak aku :)) |
Minggu, 26 Mei 2013
Terima Kasih untuk Teruslah Bermimpi - Ipang
Apa yang kau takutkan
Dengan semua ini
Bukankah kesedihan
Sering kita alami
Keadaan ini
Buat kita terbiasa
Dengan semua ini
Bukankah kesedihan
Sering kita alami
Keadaan ini
Buat kita terbiasa
Dengarkan ku bicara
Teruslah bermimpi
Walau kenyataannya jauh berbeda
Teruslah bermimpi
Jangan berhenti
Teruslah bermimpi
Walau kenyataannya jauh berbeda
Teruslah bermimpi
Jangan berhenti
Percayalah
Lelah ini hanya sebentar saja
Jangan menyerah
Walaupun tak mudah meraihnya
Lelah ini hanya sebentar saja
Jangan menyerah
Walaupun tak mudah meraihnya
Menghentikan pikiran dengan mata terpejam
Menunggu malam bisa hapus kenyataan
Biar saja mimpi jauh membawa kita
Menunggu malam bisa hapus kenyataan
Biar saja mimpi jauh membawa kita
Tetap tersenyumlah
Biar semakin mudah
Karena kesedihan pun
Ternyata hanya sementara
Biar semakin mudah
Karena kesedihan pun
Ternyata hanya sementara
Terima kasih untuk pencipta lagu ini. Terima kasih banyak. Salam takzim.
Terima kasih telah mengingatkan saya untuk menjaga dan terus menghidupkan mimpi-mimpi saya.
Terima kasih telah....
Terima kasih :))
Senin, 20 Mei 2013
My Key Survival
Dalam
sakit, luka, gelap, juga kecewa.
Tiap
orang pasti mempunyai sosok yang ia jadikan alasan untuk bertahan.
Baik,
kusebut mereka; ‘key survival’ ; kunci untuk bertahan hidup.
Mereka
mungkin saja orang tua, keluarga, sahabat, atau kekasih.
Bagi
saya, ‘mereka’ adalah orang tua, keluarga, dan sahabat yang luar biasa.
(jelas
pacar nggak jadi key survival, orang nggak punya :p)
Di
usia-usia labil ini, di masa pencarian jati diri ini.
Di saat
hati dan rasa sedang tak menentu seperti musim di negeri kita ini.
Saya
menyadari satu hal
Setiap
orang pasti mempunyai sesuatu yang dipendam dalam hati.
Setiap
orang pasti pernah merasa sendiri.
Setiap
orang pasti pernah merasa betapa dunia sedang tidak bersahabat.
Setiap
orang pasti pernah merasa kecewa terhadap satu hal yang tidak sesuai harapan.
Dan di
atas segala perasaan yang pernah ada.
Di atas
semua sakit dan kesedihan yang tercipta.
Kita
semua butuh ‘mereka’.
Yang
perlu dilakukan hanya duduk diam dan mendengarkan.
Sesekali
membalas tatapan, hanya untuk meyakinkan betapa diri kita hebat.
Sesekali
menepuk pundak, hanya untuk memberitahukan bahwa kita bisa melewati segala
panas terik kendala hidup.
Mereka,
sosok yang pada akhirnya memeluk kita, menjalarkan kekuatan dalam diri.
Kemudian menangis, ikut merasakan tiap luka dan kecewa yang mungkin saja
membuncah dalam sukma.
Mereka
itu ada. Mereka itu nyata.
Disadari
atau tidak, mereka yang menguatkan kita.
Mereka
yang membantu kita berdiri lebih tegak.
Mereka
yang menyadarkan kita bahwa, kita tidak pernah sendiri.
Mereka
yang memberitahukan bahwa dunia ini indah.
Dunia ini
penuh warna.
Dan
berbagai rasa yang mendera, sungguh hanya bagian kecil dari semesta yang maha
luas ini.
Apapun
yang kita miliki saat ini.
Apapun
yang kita jalani sekarang ini.
Dan
apapun rasa yang mendominasi hati.
Kita
patut bersyukur bahwa meski kita merasa kita ini bukan siapa-siapa.
Lihat,
di sekitarmu, di sekelilingmu.
Masih
ada ‘mereka’, sosok yang setulus hati mencinta. Yang hanya ingin suatu saat
kita meraih bahagia yang sejati.
Maka,
berbahagialah, ‘mereka’ masih ada.
Mereka
di sisimu.
Meski
tangan tak selalu nyata menggenggam, tapi doa selalu menjaga.
Meski
raga tak selalu hadir, tapi doa selalu menemani.
Bahagiakan
mereka.
Balas
cinta itu dengan segenap kemampuan yang kamu miliki.
Sore. 11mei2013.
Untuk kamu yang (mungkin) sedang merasa sendiri :))
Untuk kamu yang sedang merasa sendiri.
Merasa dunia ini tidak cukup bersikap damai pada
kehidupan cintamu.
Pada kamu yang merasa tidak pernah pantas
dicintai, atau pada kamu yang merasa tidak pantas disakiti.
Lihatlah, orang-orang di sekitarmu.
Orang-orang yang dengan hatinya menyayangimu.
Melindungimu dan tidak pernah rela jika kamu
terluka.
Lihatlah mereka.
Sebentar saja.
Sebentar saja.
Sadari bahwa di dunia ini masih ada cinta.
Percayalah, kamu berhak bahagia.
Kamu pantas mendapatkannya! Mendapatkan
kebahagiaan.
Hanya, apakah kamu bisa menyadarinya atau tidak.
Apakah kamu bisa membacanya atau tidak.
Kamu masih bisa bahagia.
Dengan cinta orang-orang di sekelilingmu.
Dengarkan aku, atau baca tulisanku.
Bahagia itu, m a s i h a d a.
Cinta itu, j u g a, m a s i h
a d a.
Sabtu
sore. Mendung. 11mei2013.
Sabtu, 11 Mei 2013
Dia Akan Tiba :))
Aku tahu, akan tiba masa di mana seseorang itu
muncul. Datang menghampiri.
Menghampiri aku, yang diam-diam telah
menunggunya.
Lama. Cukup lama. Menyimpan hati untuk kemudian
hanya kuberikan untuknya.
Untuknya, seseorang yang satu species. Satu
rasa. Satu jiwa.
Jiwa yang sama anehnya.
Yang sama absurbnya.
Aku tidak peduli kalau-kalau hobby kita berbeda.
Selera musik, film, makanan. Dan apapun.
Aku tidak mempermasalahkannya.
Tapi, yang kuharap satu.
Kamu sama anehnya, dan sama absurbnya denganku.
Hingga kelak saat kita bertemu, kamu tidak
menggeleng-gelengkan kepala karena takjub atas betapa ajaibnya aku.
Kamu tidak menghela napas dalam, karena bingung
dengan kebiasaan dan pembawaanku yang neka-neka.
Kamu tidak menyerah di awal dan undur diri dari
duniaku, dari istana yang kuciptakan seorang diri.
Aku ingin. Kamu menggelengkan kepala karena
menyadari kita sama gilanya.
Aku ngin. Kamu menghela napas dalam karena
bersyukur bertemu denganku yang sama ‘nggak beresnya’.
Semoga aku bertemu kamu, seseorang yang walau
hobby, selera musik, film dan makanannya berbeda. Namun tetap menghargai apa
yang aku suka. Menghargai duniaku. Menghargai apa yang selama ini aku kagumi.
Tentang menekjubkannya hujan, ajaibnya kemarau,
bintang yang memesona, dandelion yang keren, indahnya pelangi.
Tentang musik kontemporer Payung Teduh,
nikmatnya musik jazz ala Endah and Rhesa, dan semangat yang menjalar di tiap
lagu Sheila On 7.
Apa itu berlebihan? Kuharap tidak
.
Semoga Tuhan berbaik hati untuk menyimpannya,
yang kelak dipertemukan denganku di waktu dan saat yang
tepat.
Hai aneh-nya-aku, sampai bertemu.
Pagi.11
Mei 2013.
Minggu, 05 Mei 2013
Rabu, 01 Mei 2013
yang ditunggu....
Arda menepuk bahuku, tiba-tiba muncul dari
belakang. Mengagetkanku yang sedang mengerjakan tugas yang mengungkungku
beberapa hari di kos, dan dipaksa absen mencari udara segar. Barang menengok
toko buku langganan sebentar saja.
”Mblo, nggak laper? Lu ngerjain tugas apa nyusun
APBN negara? Serius amat,” cibir Arda.
Aku tidak menaggapi, malah melumat kripik tempe
favoritku yang persediannya juga hampir habis.
”Da, nitip kripik tempe ya. Pakai duit Lu dulu,
ntar Gue ganti.”
”Nitip Gue mulu. Suruh beliin pacar Lu dong An.”
”Auk ah.”
”Lu mau sampe kapan ngejomblo?”
”Udah 20tahun Lu. Kalau cewek nih ya, setahu Gue
nih. Umur 23 juga udah pantes punya suami.”
Aku menyempatkan menoleh ke arahnya, ”Lu mau
nggak jadi suami Gue?”
Tawanya terdengar jelas. Sedikit kencang di
ruangan yang dibilang lumayan sempit ini.
”Gue boleh ngomong?”
”Lhah, dari tadi ngapain? Bertapa gitu?”
”Tuh kan. Lu edannya nggak ilang-ilang sih An.
Makanya jomblo.”
”Teruuuuuss? Aku menanggapi masih dengan melahap
keripik tempe yang tinggal beberapa lembar ini.
”Pratiwi Anjani. Mahasiswi tingkat akhir.
20tahun. Jomblo entah dari kapan,” Arda mengucapkannya seperti Pak karno sedang
membaca teks proklamasi. Intonasinya, patut dipuji, nada bicara yang menohok
sampe ke lapisan hati terdalam. Abaikan!
Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah polah
sahabatku semenjak kuliah ini. Dia selalu bilang aku ajaib, tanpa sadar,
ternyata dia sama ajaibnya. Haha.
”Oya, aneh lagi Lu. Cewek aneh. An, Lu, nggak
jelek-jelek amat kali. Masih bisa lah diketok magic dikit.”
Aku menyubitnya, ”Sialan! Sembarangan! Hahaha.”
”Jadi apa sih yang Lu cari selama ini? Orang
yang kayak apa? Bilang Gue An, bilang.....”
”Yang sama anehnya,” jawabku ringan.
Dia nampak keheranan.
”Kalau sama-sama aneh, ya biar klop aja gitu.
Biar kalau udah saatnya ketemu, dia nggak bakal ngerasa Gue aneh. Soalnya
dirinya sendiri juga aneh.”
”Nggak mau cari yang otaknya agak berean dikit
gitu? Biar nyeimbangin.”
”Nggak ah, ya kalau boleh minta sih, yang
sama-sama aneh aja.”
Senin, 29 April 2013
diamku..
Bukannya
kamu lebih tahu dari siapapun bahwa diamku jauh lebih mengerikan ketimbang mimpi burukmu? Apapun yang kamu katakan, aku
hanya menjawab sekenanya. Tersenyum tipis yang dalam sekejap menghilang dari
wajahku. Aku juga bukannya tak tahu, bahwa kamu tidak suka diamku. Kamu selalu
salah tingkah sendirian. Bingung harus berbuat apa. Tidak tahu harus berkata
apa. Dan kehilangan leleucon untuk membuatku menyerah atas diamku.
Dan
pada akhirnya, kamu menemukan ide cukup segar untuk memutarkan dvd kartun favoritku,
Arnold. Dan hasilnya..... aku masih bertahan dengan aksi diamku.
Sampai pada saat kamu berbalik marah padaku.
”Kamu ini kenapa? Apa aja yang aku lakukan,
kenapa masih diam, nggak bersuara?”
Aku menangkap matanya, yang sama sekali tak
nampak adanya kemarahan di sana. Yang kulihat adalah keputusasaan.
”Kamu putus asa?”
”Ya.”
Aku mendekat padanya,
duduk tepat dihadapannya, ”Jangan buat aku seperti ini lagi ya.”
Dia mengangguk, dan mengecup keningku.
”Tolong tertawa lah seperti biasa. Biacara apa
saja. Aku nggak peduli. Entah itu hal penting atau nggak, entah itu lucu atau
nggak.”
Aku mengusap-usap punggung tangannya tanpa
banyak berkata-kata.
Kamu lagi-lagi bicara, ”Maaf karena udah bentak
kamu kemarin. Aku cuma merasa kamu mengkhawatirkanku terlalu berlebihan.”
”Maaf karena sudah bicara sedikit kasar.”
”Maaf karena belum juga memahami kamu.”
Ya, aku tahu betul. Ada
penyesalan yang dalamnya tak bisa kuperkirakan. Yang pasti, sepertinya begitu
mengganggu pikirannya. Hingga sedari kemarin mengirimiku pesan singkat.
Bertanya basa-basi. Pesan singkat yang terasa kikuk. Pesan singkat yang bernada
tanya, dan sedikit keraguan. Pesan singkat yang tak kujawab barang satu kali,
meski ia mengirim mungkin lebih dari sepuluh.
Kamis, 25 April 2013
Tunjukkan Padaku - SHEILA ON 7
Tenangkan resahku
Saat langkahku terasa berat
Teduhkan jiwaku
Saat matahari bersinar terlalu pijar
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Karna dirimu satu-satunya yang kuandalkan
Saat diriku tak mampu berdiri di sini sendiri
Saat langkahku terasa berat
Teduhkan jiwaku
Saat matahari bersinar terlalu pijar
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Karna dirimu satu-satunya yang kuandalkan
Saat diriku tak mampu berdiri di sini sendiri
Ceritakan sayang
Hari-hari yang tlah kau lalui
Katakanlah sayang
Semua hal yang kau benci dari diriku
Hari-hari yang tlah kau lalui
Katakanlah sayang
Semua hal yang kau benci dari diriku
Cobalah cobalah tuk mengerti keadaan ini
Aku rapuh saat kau tinggalkan
Aku rapuh saat kau tinggalkan
Tunjukkan padaku
Kau selalu mencintaiku
Jadilah pelindung di sayapku
Kau selalu mencintaiku
Jadilah pelindung di sayapku
Aku berjanji, aku berjanji
Selalu menemani langkahmu
Dalam setiap helai nafasmu
Selalu menemani langkahmu
Dalam setiap helai nafasmu
Bangukan tidurku
Bila kau terjaga lebih dulu
Bergegaslah sayang
Kita isi makna indahnya hari ini
Bila kau terjaga lebih dulu
Bergegaslah sayang
Kita isi makna indahnya hari ini
Lagu ini, semacam mars aku waktu SMA.
Mungkin temen sebangku waktu kelas 11 sama 12 sampai enek dengerin aku nyanyiin ini.
Ini lagu andalan.
Tiap bete, dengerin lagu ini.
Mbuhlah! sik penting aku seneng..
hahaha *cium*
Senin, 22 April 2013
Kepada Sore yang Mempesona :)
Sore ini aku berada di
tempat kita biasa bertemu.
Aku duduk diam, melihat ke
semua arah, barang kali kamu muncul tiba-tiba di tempat ini lagi.
Aku tersenyum, menertawakan
aku yang bodoh.
Aku selalu jatuh cinta pada
sore cerah berawan, yang sungguh bersahabat.
Sama persis seperti cuaca
sore itu.
Saat kita selalu bertemu.
Kini, aku menikmati
keindahan dan kedamaian ini sendiri.
Tanpa ditemani mata indahmu
yang diam-diam kunikmati pesonanya.
Aku sangat mencintai sore
seperti ini.
Hingga membenci senja yang
datang menjemput malam.
Memaksa sore yang memesona
ini undur diri.
Terlebih saat pelangi
melukiskan dirinya yang melengkung sempurna.
Padanan warna yang elok
menakjubkan.
Namun sesaat sirna.
Entah, enyah ke mana.
Seperti kamu, yang tak lagi
hadir.
Seperi kamu, yang tak lagi
muncul.
Aku rindu pelangi itu.
Aku rindu kamu.
April 2013
Minggu, 14 April 2013
Kasih aku inspirasi.... Kasih.... -,-
Siang tadi aku menonton film korea, judulnya 'Love Fiction'.
Dan tau tidak? Aku menemukan jawaban atas pertanyaanku sendiri.
Pertanyaan yang nggak pernah aku tanyakan ke orang lain, selain diriku sendiri.
Jadi, film ini berkisah tentang penulis yang kehilangan inspirasinya.
Dia kosong. Kayak aku sekarang ini.
Dia nggak bisa nulis apapun.
Tulisannya selalu berhenti di jalan, atau malah mentok di judul.
Persis. Bedanya dia udah beneran jadi penulis. Dan aku masih bermimpi jadi penulis.
Dan ngutip dialog di film tadi, si penulis itu bilang; "Aku perlu seseorang yang bisa menginspirasiku"
Dan yak! Kalimat ini udah jadi jawaban yang selama ini aku cari (serius ini bukan kode)
Udah dua bulan aku nggak nulis apa-apa.
Bukannya sama sekali nggak berusaha nulis.
Tapi tulisanku buntu di tengah.
Satu cerpenpun aku nggak sanggup.
Tahu nggak rasanya gimana?
Hampaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget.
Sepi.
Hambar.
Kosong.
Aku kayak kehilangan sesuatu.
Damn!
Kalau dugaanku, sekarang ini aku lagi mati rasa.
Nggak seneng, nggak sedih.
Nggak lagi jatuh cinta, juga nggak lagi patah hati.
Gagal move on? Oh itu kemarin.
Sekarang sudah mulai bisa. In progres bro *kedip*
Jadi, dalam hati (kalau sekarang udah nggak dalam hati, soalnya udah ke post di blog)
I hope I can in love again.
After a long, long time.
Sekian. (Tuh kan buntu lagi, pfft)
Dan tau tidak? Aku menemukan jawaban atas pertanyaanku sendiri.
Pertanyaan yang nggak pernah aku tanyakan ke orang lain, selain diriku sendiri.
Jadi, film ini berkisah tentang penulis yang kehilangan inspirasinya.
Dia kosong. Kayak aku sekarang ini.
Dia nggak bisa nulis apapun.
Tulisannya selalu berhenti di jalan, atau malah mentok di judul.
Persis. Bedanya dia udah beneran jadi penulis. Dan aku masih bermimpi jadi penulis.
Dan ngutip dialog di film tadi, si penulis itu bilang; "Aku perlu seseorang yang bisa menginspirasiku"
Dan yak! Kalimat ini udah jadi jawaban yang selama ini aku cari (serius ini bukan kode)
Udah dua bulan aku nggak nulis apa-apa.
Bukannya sama sekali nggak berusaha nulis.
Tapi tulisanku buntu di tengah.
Satu cerpenpun aku nggak sanggup.
Tahu nggak rasanya gimana?
Hampaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget.
Sepi.
Hambar.
Kosong.
Aku kayak kehilangan sesuatu.
Damn!
Kalau dugaanku, sekarang ini aku lagi mati rasa.
Nggak seneng, nggak sedih.
Nggak lagi jatuh cinta, juga nggak lagi patah hati.
Gagal move on? Oh itu kemarin.
Sekarang sudah mulai bisa. In progres bro *kedip*
Jadi, dalam hati (kalau sekarang udah nggak dalam hati, soalnya udah ke post di blog)
I hope I can in love again.
After a long, long time.
Sekian. (Tuh kan buntu lagi, pfft)
akukudupiye????
Rabu, 03 April 2013
Hello Goodbye, my.... :)
Hai, selamat sore.
Kotaku hujan, bagaimana kotamu?
Sudah beberapa waktu tidak menyapamu.
Apa kabar?
Semoga baik.
Aku akan mengatakannya di sini, semoga kamu membacanya.
Walau kemungkinan kecil kamu membuka blogku.
Hampir mustahil.
Aku takkan lama.
Tapi bila aku lupa dan bicara terlalu banyak.
Tolong biarkan.
Yang perlu kamu lakukan hanya membacanya.
Bukankah tidak sulit?
Baik, aku mulia ya.
Aku hanya akan mengucapkan terima kasih untuk tiga tahun sudah mengisi satu bagian penting dalam diriku.
Memenuhinya hingga tak mengizinkannya dihuni oleh yang lain.
Kecuali keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kukasihi lainnya.
Terima kasih untuk kenangan dan inspirasinya.
Aku tidak akan melupakannya.
Bagiku, masa lalu ada bukan untuk dihapus.
Akan sulit melakukannya, percaya aku.
Aku tidak akan membencimu, tidak.
Tapi bukankah hidup harus bergerak maju.
Karena itu aku berhenti.
Kupikir cukup.
Aku akan memulai hal-hal baru yang semoga lebih baik lagi.
Maka hidupku akan bergerak maju.
Mana mungkin terjadi bila aku masih jalan di tempat, lelah sendirian.
Maaf karena terlalu keras kepala untuk menyerah.
Mungkin aku terlalu bodoh untuk sekadar menyadari bahwa aku harus berhenti di awal.
Sebelum semuanya terlanjur.
Lihat, aku sudah banyak bicara.
Mengetik kalimat-kalimat yang takkan kamu baca.
Biarkan saja.
Aku masih ingin melanjutkannya.
Izinkan aku melanjutkan.
Izinkan aku melanjutkan.
Selamat menjalani hidupmu.
Hari-hari ke depan aku takkan menanyakan kabarmu lagi.
Di masa-masa selanjutnya semoga aku bahagia.
Ah, syukurlah aku mulai lupa apa yang ingin aku sampaikan.
Aku berharap kita tidak bertemu lagi.
Tapi jika memang kita harus bertemu, semoga silaturahmi kita baik.
Hallo, selamat tinggal :)
Langganan:
Postingan (Atom)







