Senin, 30 Desember 2013

Kepada Seluruh Teman dan Sahabat~

Hai, selamat malam.

Kutulis ini kala sendu.

Entah kenapa, tapi tiba-tiba aku rindu teman-teman dan sahabat-sahabat.

Banyak yang sudah lama tidak bersua.

Kau tahu?

Kutulis ini dengan menahan kaca-kaca di mataku biar tak tumpah.

Ah aku terlampau sendu.

Aku hanya rindu berteriak antusias waktu bertemu teman dan sahabat.

Berlari riang mendekat lalu memeluk erat.

Ah itu menyenangkan sekali.

Lalu kita mulai menyanyakan kabar masing-masing.

Tersenyum, tertawa, terbahak.

Bicara tentang banyak hal.

Ngalor-ngidul.

Hingga lupa waktu.

Lalu muncul lambaian tangan, tanda jarak harus timbul.

Lalu aku rindu lagi.

Sabtu, 14 Desember 2013

Deretan Tulisan yang Bicara Banyak Hal: Empat belas Desember (titik)

Deretan Tulisan yang Bicara Banyak Hal: Empat belas Desember (titik): Hai, selamat tanggal empatbelas desember. Tanggal yang pernah jadi tanggal yang menakjubkan buatku. Tanggal di mana aku mengenal kamu...

Empat belas Desember (titik)




Hai, selamat tanggal empatbelas desember.
Tanggal yang pernah jadi tanggal yang menakjubkan buatku.
Tanggal di mana aku mengenal kamu, tepat empat tahun lalu.
Dimulai pada saat itu hari-hariku jadi warna-warni.
Dimulai pada waktu itu aku mengenal apa yang orang-orang sering bilang; cinta pertama.
Hey, hari itu sudah lama tertinggal di belakang.
Aku tidak lupa, bahkan hari itu sudah empat tahun berlalu.
Maafkan aku yang tidak sepenuhnya menunggumu, sebelum empatbelas desember ini aku berubah arah.
Tak lagi menuju ke padamu.
Tidak lagi menunggumu.
Hai, boleh kusebut kamu sayang untuk kali ini saja? Hanya dalam entri blog ini.
Baiklah, kuanggap kamu setuju.
Sayang, terima kasih karena mengantarku mengenal rasa yang mengagumkan itu.
Maafkan aku yang lancang.
Maafkan aku yang tidak mampu menghentikannya sedari awal.
Maafkan aku yang rewel mengganggumu mungkin hingga akhir-akhir ini.
Tapi tenanglah, maaf, kamu sudah tergantikan.
Dan yang perlu semua orang tahu, aku jauh lebih tenang daripada kamu.
Kelegaan karena telah melepasmu tidak bisa kujabarkan sayang.
Hari ini, izinkan aku menuliskan ini.
Menuliskan hal yang bahkan tidak akan kamu baca.
Tapi aku senang melakukannya, jadi selalu kuulangi.
Kamu bisa lihat sayang, entri blogku akhir-akhir ini bukan tentangmu lagi.
Kamu sekarang bisa bernapas lega, aku yang mengganggumu tidak akan mengganggumu lagi.
Jadi jangan rindu sayang :’’
Kamu sepantasnya memberiku selamat karena di empatbelas desember ini aku mampu lepas dari yang orang tua selalu bilang; cinta monyet :’’
Selamat melanjutkan hidup, semoga kita menemukan bahagia kita masing-masing.
Dengan cara dan jalan yang mungkin berbeda.
Bagaimanapun, aku pernah sangat menyukaimu, bahkan ketika kamu sedang sangat menyebalkan.
Bagaimanapun, kamu pernah ada pada saat aku sedang jatuh-jatuhnya.
Terima kasih untuk hal-hal indah yang pernah ada.
Segala kesedihan tentangmu akan kulupakan.


Jumat, 06 Desember 2013

Keep Calm and Get Your Birthday On!



Selamat berkurang jatah umur kamu yg ndak bisa saya sebut namanya.
Semoga diberi berkah sehat sama ALLAH.
Kuliah lancar, dan semoga tambah dewasa.

Saya ndak bisa kasih apa-apa, selain entri baru di blog.
Juga hanya bisa meng-aamiin-kan seluruh doa baik bagimu.




Tenang, kamu sudah tergantikan :)

Kamis, 28 November 2013

Kalimat Bohong - "everything gonna be oke"


Kalimat Bohong “everything gonna be oke”
Di sini, apa cuma aku yang bilang kalimat di atas adalah kalimat bohong?
Bagiku iya.
Segala hal tidak akan pernah selalu baik-baik saja.
Akan ada hal-hal yang terjadi luar kendali kita.
Akan ada hal-hal yang muncul tanpa kesiapan kita.
Termasuk hal-hal menyedihkan, menyakitkan.
Kehilangan misalnya.
Kehilangan akan mencipta keadaan tidak baik-baik saja.
Jadi, apa kalimat “everything gonna be oke” masih bisa dipercaya?
Untukku sulit.
Berulang kali aku menyangkal pendapatku ini.
Dan berulang kali pula usahaku hanya berbuah kesia-siaan.
Percaya aku, akan ada hal-hal yang tidak baik-baik saja.
Dan satu hal lagi yang harus dipercaya.
Akan ada keadaan di mana kita bisa melalui keadaan tidak baik-baik saja.
Akan ada kekuatan untuk menghadapinya.
Akan ada itu semua.


Siang menjelang sore di dua puluh delapan november dua ribu tiga belas J

Selasa, 26 November 2013

duapuluhempathari


selamat sore mendung.
dua puluh empat hari belakangan aku gelisah.
aku kedatangan gersang selama dua puluh empat hari belakangan.
teduhnya tak lagi hadir.
teduhnya tak lagi mampir.
aku rindu.
bukan, aku bukan rindu.
atau tak hanya rindu.
tapi aku takut, aku lupa 'keteduhannya'.
sudah dua puluh empat hari.
aku tak melihatnya.
mata yang teduh itu
mata teduhmu.

duapuluhenamnovember duaributigabelas.
duapuluhempathari setelah malam itu.

Kamis, 31 Oktober 2013

hehehe~

Di kisah lalu, hujan adalah sarana untuk kita bertemu.
Dalam kisah sekarang, hujan adalah penghalang.
<30/10/13>

Rinduku tak pernah punya alat untuk terlebur.
Izinkan ia lesap kala kau dekap.
<31/10/13>

Rinduku, tintaku.
<31/10/13>

Kepada mata sendumu, aku menyelipkan salam takzim.
Maafkan tingkahku karna rindu yang tak lazim.
<31/10/13>

Senin, 07 Oktober 2013

Sesederhana itu....

Sebuah keinginan sederhana, Tuhan, tolong kabulkan. Mungkin tidak sekarang. Aku masih menunggu, meski esok, lusa, dan beratus-ratus hari ke depan. Aku akan tetap menungguMU mengabulkannya.

Sesederhana;
Nonton Payung Teduh bersamanya.
Kita nyanyi 'Mari Bercerita' bareng.
:)

Minggu, 06 Oktober 2013

Lenyap, Menguap

Semua sudah selesai.
Terhitung sejak benda itu sampai ke tanganmu.
Semuanya mencapai akhir.
Terhitung sejak hari lalu.

Saya tidak akan memaksakan jalan cerita.
Biar semua mengalir apa adanya.
Setidaknya saya sempat berusaha.
Bukan cuma duduk menunggu takdir menjawab tanya.

Saya hanya mau diam.
Tak kemana-mana.
Tak lagi berbuat apa-apa.
Segala usaha dan doa, lenyap, menguap.


#hari ke enam bulan oktober duaributigabelas

Senin, 30 September 2013

Rasa

Kamu pernah merasakan debar bahagia sekaligus hantaman pilu dalam satu waktu? Jika belum, apakah kamu mau tahu rasanya? Perasaan semacam ini akan membuatmu makan tak enak, tidur tak nyenyak. Sungguh. Aku kini merasakannya.
Ketika kamu kehilangan kesempatan sebelum kamu sempat memulainya, ini jauh lebih menyesakkan dibanding ketika kamu berusaha dan gagal. Setidaknya kamu pernah dan sempat mencoba.
Memang ada beberapa hal dalam hidup ini, yang kamu belum sempat sekalipun menggenggamnya, namun kamu telah tiba di waktu kamu harus melepaskannya. Tanpa pernah berhak memiliki dalam nyata.
Biar, biarkan segalanya terjadi. Hal-hal dalam hidupmu, biarkan mereka datang.
Bahkan kejadian-kejadian yang tak pernah kamu harapkan datang.
Mereka tetap harus datang, biar kamu tahu hal-hal yang belum pernah kamu ketahui, hal-hal yang sebelumnya tak kamu pahami.
Hidup akan dan harus terus berjalan. Sekeras apapun usahamu untuk menghentikan rodanya.
Upayamu hanya berbuah sia-sia. Karena hidup akan terus menggelinding dan membawa serta kamu ke dalam putarannya.
Hujan kala kemarau ini biar mengguyur gersangmu dan lukamu. Supaya kamu tak kering kerontang kehausan. Hujan kala kemarau kali ini, biar meluruhkan semua kepedihanmu.
Menangislah jika kamu mau.
Menangislah bersama hembusan angin yang setia menemanimu.
Menangislah bersama langit yang terus menatapmu.
Menangislah bersama semua sakitmu, biar bias, lalu musnah, hilang.
Dan semoga tak berbekas.

~Hari terakhir di September duaributigabelas

Rabu, 31 Juli 2013

perempuan~~

benakku bising.
pikiranku berisik.
sementara mulutku diam.
melelahkan.

Senin, 22 Juli 2013

this is life~

this is life....
kadang, walau kita tulus mencintai seseorang..
kita belum tentu bersamanya..
karena kita terlalu mencintainya..
itu masalahnya..
:))

Jumat, 12 Juli 2013

Hujan, aku rindu kemarau

Hujan, aku rindu kemarau.

Hujan, aku rindu kemarau.
Tidakkh kamu lelah menyapa tanah, paving, juga aspal?
Belum ada niatkah untuk istirahat sejenak?

Hujan, aku rindu kemarau.
Saat di mana dinginnya pagi tidak pernah sopan mengusik.
Saat di mana matahari dengan gagah menunjukkan dirinya.
Menebar pesona hangat kala pagi.
Dan siap memamerkan panasnya kala siang.

Hujan, aku rindu kemarau.
Ketika tiba 'sore-yang-memesona' itu.
Aku bisa meniakmati teduhnya angin yang menerpa.

Hujan, aku rindu kemarau.
Waktu aku bisa melihat langit yang luar biasa dengan taburan bintang.
Malam yang mengagumkan.
Hujan, aku rindu kemarau.

Hujan, aku rindu kemarau.
Ada kenangan yang harus kugali, biar tak hilang terguyur dirimu.
Ada kenangan yang ingin kurengkuh, biar tak lenyap tersiam dirimu.

Hujan, aku rindu kemarau.
Aku rindu kemarau.
Hujan.... kumohon....

Jumat, 05 Juli 2013

Selamat Mencari :))

Hai, selamat pagi..
Saya paham betul kamu sibuk..
Sibuk sekali..
Mana mungkin membaca ini, bahkan sekalipun kamu nggak sibuk..
Kamu mungkin nggak akan baca ini..
Hai masa esemaku, kamu memang berhak memilih orang yang terbaik..
Dia yang kamu impikan..
Dia yang bisa kamu banggakan..
Dia yang kamu sukai sepenuhnya..
Dia yang membuat duniamu penuh dengan kata 'senang' atau 'bahagia'..
Kamu amat berhak atas itu..
Hai masa esemaku, aku tahu semua kriteria di atas tidak ada dalam diriku..
Aku paham Mas..
Maka, carilah 'dia', 'dia' yang kamu mau..
Kamu pasti menemukannya Mas, pasti..
Selamat mencari :))

Kamis, 13 Juni 2013

Selamat pagi, kamu yang berdiri di sana :))

Sepagi ini aku resah, tahu bahwa kamu sedang berdiri di sana.
Di tempat biasa kita bertemu.
Memainkan kaki panjangmu.
Pertanda kamu sedang menunggu.
Tapi aku tidak bisa datang.
Juga tidak mampu memberi kabar.

Di sini, sepagi ini aku juga gelisah.
Bingung bagaimana caranya aku bisa datang.
Berpikir keras.
Tapi pada akhirnya aku tidak berbuat apapun.
Duduk diam.
Menyerahkan kepasrahan.

Jika kita memang berjatah bertemu lagi.
Kita akan bertemu lagi.
Bukan, bukan aku tidak berkeinginan berusaha.
Hanya, aku menyerahkan segala kepasrahan.
Bukankah, kita juga sudah berusaha?
Hanya, campur tangan Tuhan juga yang menentukan.

Selamat pagi, kamu yang berdiri di sana :))

Minggu, 09 Juni 2013

Mimpi-mimpi Itu Lagi


Kepada kamu yang (dulu) selalu berujar semuanya-akan-baik-baik-saja.
Kepada kamu sang parter diskusi yang ‘cukup’ baik.
Kepada kamu penenang penyesalan.
Kepada kamu satu-satunya member lain selain aku di  ‘karena kami bukan anak pertama’ united.
Kepada kamu yang tahu benar mimpi-mimpiku.
Kepada kamu.... kamu....
Ada banyak cerita yang tertahan dalam hati ingin kubagi..
Ada mimpi-mimpi itu lagi, yang menyembul keluar dari persembunyiannya selama ini.
Lalu kepada siapa lagi?
Harus kumencari sumber energi lain untuk memebenamkan mimpi-mimpi itu kembali.
Melarungnya ke samudera maha luas agar ia takkan muncul lagi.
Mimpi yang resmi harus kuenyahkan kurang lebih setahun lalu.
Bukan mimpi-mimpi bualan cinta.
Bukankah mimpi dalam kehidupan ini tidak melulu soal cinta?

Sabtu, 08 Juni 2013

'Kekuatan Sebuah Pena' ~Tere Liye :))



Salah satu keinginan yang pengen aku wujudin di 2013 adalah ketemu salah satu penulis favoritku, bang Darwis Tere Liye.
Dan akhirnya, kamis 6 Juni 2013 Alhamdulillah aku dikasih kesempatan buat ikut seminarnya bang Tere di UGM.
Udah lama banget pengen ikut seminarnya bang Tere. Mulai dari seminar yang di UNDIP, UNY. Dua-duanya terlewatkan gitu aja. Udah sempet patah hati sebenernya.

Sampai akhirnya, di suatu siang (ciegitu) kakak kelas SMA aku yang juga suka karya-karyanya bang Tere ngasih tau kalau bakal ada seminarnya Beliau di UGM. Ya udah, langsung cap cus pesen tiketnya.

Tadinya, aku kira bang Tere orangnya kalem, kebapakan gitu.. ternyata.....
Orangnya selow banget. Asik, lucu. Nggak ribet.
FYI, pas ngisi seminar, Beliau dengan santainya pakai sandal jepit. Padahal dalam bayangan aku, bang Tere nantinya pakai kemeja, jalannya kalem gitu. Taunya pas keluar, asik aja gitu pakai kaos, celana jeans, kupluk, sweater yang dikalungin di leher dan, sendal jepit. Iya sendal jepit.
Tapi kecenya, dari mulai kupluk, sweater, sampe sendal jepitnya warnanya senada gitu. Hijau.
Nih.... :D
























Kata-kata yang aku inget sampe pas nulis ini adalah; ”Kita tidak akan pernah bisa mengalahkan waktu.”
Daleeeemm....
Oya, seminar yang diadain di UGM ini temanya; ‘Kekuatan Sebuah Pena’
Jadi talk show seputar dunia tulis menulis.
Di sini bang Tere berbagi tips buat kita-kita tentang menulis.
Aku mau bagi tipsnya deh, supaya bermanfaat bagi banyak orang.
Kata bang Tere lagi; ’menulis adalah menyebar buah-buah kebaikan’
Ini ceritanya lagi mengamalkan kalimat itu. Hehe.
Nih tipsnya.....

  • Semua hal itu pada dasarnya bisa menginspirasi kita untuk menulis.

Dimulai dari aktivitas kita sehari-hari, hobby, maupun hal-hal menyakitkan dan menyedihkan yang kita alami. Semuanya bisa jadi bahan inspirasi.
Cuman yang ditekankan bang Tere di sini adalah, setiap penulis yang baik harus bisa memandang sesuatu dengan sudut pandang yang spesial. Yaitu, sudut pandang yang bisa jadi tidak dipikirkan orang lain.

  • Berpikir kreatif.

Berpikir kreatif itu nggak harus selalu orisinil. Katanya, perbanyaklah membaca buku. Saat kita membaca sebuah karya, dan kita coba menulis. Dan saat itu gaya bahasa kita terpengaruh gaya bahasa orang lain. Itu nggak masalah. Nggak masalah.
  • Berpikir spesial.

Berpikiran yang berbeda dari orang lain. Berpikir yang tidak banyak dipikirkan orang lain. Dan berpikir spesial itu tidak harus megah. Tidak perlu muluk-muluk. Sederhana.
·       
  • Setiap penulis itu selalu butuh amunisi.
Amunisi dalam hal ini apa? Bahan tulisan. Tanpa bahan tulisan bang Tere mengibaratkan penulis seperti teko kosong yang mencoba mengisi cangkir. Dipaksa bagaimanapun, cangkir tidak akan pernah terisi. Jadi, kata-kata adalah senjata terbaik bagi seorang penulis.
·        
  • Dalam dunia tulis menulis, tidak ada tulisan baik, juga tidak ada tulisan buruk.
Yang ada adalah tulisan tersebut relevan atau tidak dengan sang pembaca.

Bang Tere juga memotivasi kita untuk membangun motivasi di dalam diri kita untuk menulis. Karena menulis juga butuh motivasi. Ketika kita kehilangan motivasi tersebut, panggil kembali. Karena motivasi yang kuat di dalam diri sangat berpengaruh.

ini muka norak aku yg saking senengnya :)) *ignore*

kamis,   6Juni 2013

Sabtu, 01 Juni 2013

Jangan Takut Edelweis, Jangan Takut Dandelion


Untuk Edelweis, Untuk Dandelion
Jangan pernah takut
Jangan pernah merasa kalian tidak istimewa
Bagiku, kalian adalah bunga, tanaman atau apapun istilahnya yang keren!
Kalian menakjubkan
Kalian indah
Bagaimana bisa kalian tetap memesona bertengger di vass kamarku untuk waktu yang cukup lama
Meski Dandelion sedikit rapuh jika terkena angin
Tapi, sungguh Dandelion cantik, cantiiiikk sekali
Arti dari diri kalian membuat kalian spesial
Dan berbeda dari bunga-bunga lainnya

Kamu istimewa di hati my Dandelion
Entah edelweis beneran apa engga, yang aku tahu ini dari kakak aku :))

Minggu, 26 Mei 2013

Terima Kasih untuk Teruslah Bermimpi - Ipang


Apa yang kau takutkan
Dengan semua ini
Bukankah kesedihan
Sering kita alami
Keadaan ini
Buat kita terbiasa
Dengarkan ku bicara
Teruslah bermimpi
Walau kenyataannya jauh berbeda
Teruslah bermimpi
Jangan berhenti
Percayalah
Lelah ini hanya sebentar saja
Jangan menyerah
Walaupun tak mudah meraihnya
Menghentikan pikiran dengan mata terpejam
Menunggu malam bisa hapus kenyataan
Biar saja mimpi jauh membawa kita
Tetap tersenyumlah
Biar semakin mudah
Karena kesedihan pun
Ternyata hanya sementara

Terima kasih untuk pencipta lagu ini. Terima kasih banyak. Salam takzim.
Terima kasih telah mengingatkan saya untuk menjaga dan terus menghidupkan mimpi-mimpi saya.
Terima kasih telah.... 
Terima  kasih :)) 

Senin, 20 Mei 2013

My Key Survival



Dalam sakit, luka, gelap, juga kecewa.

Tiap orang pasti mempunyai sosok yang ia jadikan alasan untuk bertahan.

Baik, kusebut mereka; ‘key survival’ ; kunci untuk bertahan hidup.

Mereka mungkin saja orang tua, keluarga, sahabat, atau kekasih.

Bagi saya, ‘mereka’ adalah orang tua, keluarga, dan sahabat yang luar biasa.

(jelas pacar nggak jadi key survival, orang nggak punya :p)

Setelah ngobrol panjang lebar dengan seorang sahabat, saya menemukan sesuatu.

Di usia-usia labil ini, di masa pencarian jati diri ini.

Di saat hati dan rasa sedang tak menentu seperti musim di negeri kita ini.

Saya menyadari satu hal

Setiap orang pasti mempunyai sesuatu yang dipendam dalam hati.

Setiap orang pasti pernah merasa sendiri.

Setiap orang pasti pernah merasa betapa dunia sedang tidak bersahabat.

Setiap orang pasti pernah merasa kecewa terhadap satu hal yang tidak sesuai harapan.

Dan di atas segala perasaan yang pernah ada.

Di atas semua sakit dan kesedihan yang tercipta.

Kita semua butuh ‘mereka’.

Yang perlu dilakukan hanya duduk diam dan mendengarkan.

Sesekali membalas tatapan, hanya untuk meyakinkan betapa diri kita hebat.

Sesekali menepuk pundak, hanya untuk memberitahukan bahwa kita bisa melewati segala panas terik kendala hidup.

Mereka, sosok yang pada akhirnya memeluk kita, menjalarkan kekuatan dalam diri. Kemudian menangis, ikut merasakan tiap luka dan kecewa yang mungkin saja membuncah dalam sukma.

Mereka itu ada. Mereka itu nyata.

Disadari atau tidak, mereka yang menguatkan kita.

Mereka yang membantu kita berdiri lebih tegak.

Mereka yang menyadarkan kita bahwa, kita tidak pernah sendiri.

Mereka yang memberitahukan bahwa dunia ini indah.

Dunia ini penuh warna.

Dan berbagai rasa yang mendera, sungguh hanya bagian kecil dari semesta yang maha luas ini.

Apapun yang kita miliki saat ini.

Apapun yang kita jalani sekarang ini.

Dan apapun rasa yang mendominasi hati.

Kita patut bersyukur bahwa meski kita merasa kita ini bukan siapa-siapa.

Lihat, di sekitarmu, di sekelilingmu.

Masih ada ‘mereka’, sosok yang setulus hati mencinta. Yang hanya ingin suatu saat kita meraih bahagia yang sejati.

Maka, berbahagialah, ‘mereka’ masih ada.

Mereka di sisimu.

Meski tangan tak selalu nyata menggenggam, tapi doa selalu menjaga.

Meski raga tak selalu hadir, tapi doa selalu menemani.

Bahagiakan mereka.

Balas cinta itu dengan segenap kemampuan yang kamu miliki.


Sore. 11mei2013.

Untuk kamu yang (mungkin) sedang merasa sendiri :))



Untuk kamu yang sedang merasa sendiri.

Merasa dunia ini tidak cukup bersikap damai pada kehidupan cintamu.

Pada kamu yang merasa tidak pernah pantas dicintai, atau pada kamu yang merasa tidak pantas disakiti.

Lihatlah, orang-orang di sekitarmu.

Orang-orang yang dengan hatinya menyayangimu.

Melindungimu dan tidak pernah rela jika kamu terluka.

Lihatlah mereka.

Sebentar saja.

Sebentar saja.

Sadari bahwa di dunia ini masih ada cinta.

Pun ketika kisah cintamu tak seindah drama Korea.

Percayalah, kamu berhak bahagia.

Kamu pantas mendapatkannya! Mendapatkan kebahagiaan.

Hanya, apakah kamu bisa menyadarinya atau tidak.

Apakah kamu bisa membacanya atau tidak.

Kamu masih bisa bahagia.

Dengan cinta orang-orang di sekelilingmu.

Dengarkan aku, atau baca tulisanku.

Bahagia itu, m a s i h   a d a.

Cinta itu, j u g a,  m a s i h   a d a.

Sabtu sore. Mendung. 11mei2013.

Sabtu, 11 Mei 2013

Dia Akan Tiba :))




Aku tahu, akan tiba masa di mana seseorang itu muncul. Datang menghampiri.

Menghampiri aku, yang diam-diam telah menunggunya.

Lama. Cukup lama. Menyimpan hati untuk kemudian hanya kuberikan untuknya.

Untuknya, seseorang yang satu species. Satu rasa. Satu jiwa.

Jiwa yang sama anehnya.

Yang sama absurbnya.

Aku tidak peduli kalau-kalau hobby kita berbeda.

Selera musik, film, makanan. Dan apapun.

Aku tidak mempermasalahkannya.

Tapi, yang kuharap satu.

Kamu sama anehnya, dan sama absurbnya denganku.

Hingga kelak saat kita bertemu, kamu tidak menggeleng-gelengkan kepala karena takjub atas betapa ajaibnya aku.

Kamu tidak menghela napas dalam, karena bingung dengan kebiasaan dan pembawaanku yang neka-neka.

Kamu tidak menyerah di awal dan undur diri dari duniaku, dari istana yang kuciptakan seorang diri.

Aku ingin. Kamu menggelengkan kepala karena menyadari kita sama gilanya.

Aku ngin. Kamu menghela napas dalam karena bersyukur bertemu denganku yang sama ‘nggak beresnya’.

Semoga aku bertemu kamu, seseorang yang walau hobby, selera musik, film dan makanannya berbeda. Namun tetap menghargai apa yang aku suka. Menghargai duniaku. Menghargai apa yang selama ini aku kagumi.

Tentang menekjubkannya hujan, ajaibnya kemarau, bintang yang memesona, dandelion yang keren, indahnya pelangi.

Tentang musik kontemporer Payung Teduh, nikmatnya musik jazz ala Endah and Rhesa, dan semangat yang menjalar di tiap lagu Sheila On 7.

Apa itu berlebihan? Kuharap tidak
.
Semoga Tuhan berbaik hati untuk menyimpannya, yang kelak dipertemukan denganku di waktu dan saat yang tepat.

Hai aneh-nya-aku, sampai bertemu.

Pagi.11 Mei 2013.

Minggu, 05 Mei 2013

{putih abu-abu}

ya, masa putih abu-abu emang cuma bisa dikenang..
ngga bisa keulang..
iya..


Rabu, 01 Mei 2013

yang ditunggu....



Arda menepuk bahuku, tiba-tiba muncul dari belakang. Mengagetkanku yang sedang mengerjakan tugas yang mengungkungku beberapa hari di kos, dan dipaksa absen mencari udara segar. Barang menengok toko buku langganan sebentar saja.

”Mblo, nggak laper? Lu ngerjain tugas apa nyusun APBN negara? Serius amat,” cibir Arda.
Aku tidak menaggapi, malah melumat kripik tempe favoritku yang persediannya juga hampir habis.
”Da, nitip kripik tempe ya. Pakai duit Lu dulu, ntar Gue ganti.”

”Nitip Gue mulu. Suruh beliin pacar Lu dong An.”
”Auk ah.”
”Lu mau sampe kapan ngejomblo?”
”Udah 20tahun Lu. Kalau cewek nih ya, setahu Gue nih. Umur 23 juga udah pantes punya suami.”

Aku menyempatkan menoleh ke arahnya, ”Lu mau nggak jadi suami Gue?”
Tawanya terdengar jelas. Sedikit kencang di ruangan yang dibilang lumayan sempit ini.

”Gue boleh ngomong?”
”Lhah, dari tadi ngapain? Bertapa gitu?”
”Tuh kan. Lu edannya nggak ilang-ilang sih An. Makanya jomblo.”
”Teruuuuuss? Aku menanggapi masih dengan melahap keripik tempe yang tinggal beberapa lembar ini.
”Pratiwi Anjani. Mahasiswi tingkat akhir. 20tahun. Jomblo entah dari kapan,” Arda mengucapkannya seperti Pak karno sedang membaca teks proklamasi. Intonasinya, patut dipuji, nada bicara yang menohok sampe ke lapisan hati terdalam. Abaikan!

Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah polah sahabatku semenjak kuliah ini. Dia selalu bilang aku ajaib, tanpa sadar, ternyata dia sama ajaibnya. Haha.
”Oya, aneh lagi Lu. Cewek aneh. An, Lu, nggak jelek-jelek amat kali. Masih bisa lah diketok magic dikit.”
Aku menyubitnya, ”Sialan! Sembarangan! Hahaha.”

”Jadi apa sih yang Lu cari selama ini? Orang yang kayak apa? Bilang Gue An, bilang.....”
”Yang sama anehnya,” jawabku ringan.
Dia nampak keheranan.

”Kalau sama-sama aneh, ya biar klop aja gitu. Biar kalau udah saatnya ketemu, dia nggak bakal ngerasa Gue aneh. Soalnya dirinya sendiri juga aneh.”
”Nggak mau cari yang otaknya agak berean dikit gitu? Biar nyeimbangin.”
”Nggak ah, ya kalau boleh minta sih, yang sama-sama aneh aja.”
”Kan sweet,” kataku sambil menarik jaketnya dan kemudian memintanya cepat pulang.


Senin, 29 April 2013

diamku..




           Bukannya kamu lebih tahu dari siapapun bahwa diamku jauh lebih mengerikan ketimbang  mimpi burukmu? Apapun yang kamu katakan, aku hanya menjawab sekenanya. Tersenyum tipis yang dalam sekejap menghilang dari wajahku. Aku juga bukannya tak tahu, bahwa kamu tidak suka diamku. Kamu selalu salah tingkah sendirian. Bingung harus berbuat apa. Tidak tahu harus berkata apa. Dan kehilangan leleucon untuk membuatku menyerah atas diamku.

            Dan pada akhirnya, kamu menemukan ide cukup segar untuk memutarkan dvd kartun favoritku, Arnold. Dan hasilnya..... aku masih bertahan dengan aksi diamku.
Sampai pada saat kamu berbalik marah padaku.
”Kamu ini kenapa? Apa aja yang aku lakukan, kenapa masih diam, nggak bersuara?”
Aku menangkap matanya, yang sama sekali tak nampak adanya kemarahan di sana. Yang kulihat adalah keputusasaan.
”Kamu putus asa?”
”Ya.”
Aku mendekat padanya, duduk tepat dihadapannya, ”Jangan buat aku seperti ini lagi ya.”
Dia mengangguk, dan mengecup keningku.
”Tolong tertawa lah seperti biasa. Biacara apa saja. Aku nggak peduli. Entah itu hal penting atau nggak, entah itu lucu atau nggak.”
Aku mengusap-usap punggung tangannya tanpa banyak berkata-kata.
Kamu lagi-lagi bicara, ”Maaf karena udah bentak kamu kemarin. Aku cuma merasa kamu mengkhawatirkanku terlalu berlebihan.”
”Maaf karena sudah bicara sedikit kasar.”
”Maaf karena belum juga memahami kamu.”

Ya, aku tahu betul. Ada penyesalan yang dalamnya tak bisa kuperkirakan. Yang pasti, sepertinya begitu mengganggu pikirannya. Hingga sedari kemarin mengirimiku pesan singkat. Bertanya basa-basi. Pesan singkat yang terasa kikuk. Pesan singkat yang bernada tanya, dan sedikit keraguan. Pesan singkat yang tak kujawab barang satu kali, meski ia mengirim mungkin lebih dari sepuluh.

Aku melepaskan tangannya, ”Tolong, jangan pernah bentak aku lagi.” Kali ini kalimatku, ada senyum diujungnya. Membuat dia yang mendengar dan melihatku barusan, seperti disiram air berliter-liter atas dahaga yang sedari kemarin menyiksa dirinya.

Kamis, 25 April 2013

Tunjukkan Padaku - SHEILA ON 7


Tenangkan resahku
Saat langkahku terasa berat
Teduhkan jiwaku
Saat matahari bersinar terlalu pijar

*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Karna dirimu satu-satunya yang kuandalkan
Saat diriku tak mampu berdiri di sini sendiri
Ceritakan sayang
Hari-hari yang tlah kau lalui
Katakanlah sayang
Semua hal yang kau benci dari diriku
Cobalah cobalah tuk mengerti keadaan ini
Aku rapuh saat kau tinggalkan 

Tunjukkan padaku
Kau selalu mencintaiku
Jadilah pelindung di sayapku
Aku berjanji, aku berjanji
Selalu menemani langkahmu
Dalam setiap helai nafasmu

Bangukan tidurku
Bila kau terjaga lebih dulu

Bergegaslah sayang
Kita isi makna indahnya hari ini

Lagu ini, semacam mars aku waktu SMA.
Mungkin temen  sebangku waktu kelas 11 sama 12 sampai enek dengerin aku nyanyiin ini.
Ini lagu andalan.
Tiap bete, dengerin lagu ini.
Mbuhlah! sik penting aku seneng..
hahaha *cium*

Senin, 22 April 2013

Kepada Sore yang Mempesona :)


Sore ini aku berada di tempat kita biasa bertemu.

Aku duduk diam, melihat ke semua arah, barang kali kamu muncul tiba-tiba di tempat ini lagi.

Aku tersenyum, menertawakan aku yang bodoh.

Aku selalu jatuh cinta pada sore cerah berawan, yang sungguh bersahabat.

Sama persis seperti cuaca sore itu.

Saat kita selalu bertemu.

Kini, aku menikmati keindahan dan kedamaian ini sendiri.

Tanpa ditemani mata indahmu yang diam-diam kunikmati pesonanya.

Aku sangat mencintai sore seperti ini.

Hingga membenci senja yang datang menjemput malam.

Memaksa sore yang memesona ini undur diri.

Terlebih saat pelangi melukiskan dirinya yang melengkung sempurna.

Padanan warna yang elok menakjubkan.

Namun sesaat sirna.

Entah, enyah ke mana.

Seperti kamu, yang tak lagi hadir.

Seperi kamu, yang tak lagi muncul.

Aku rindu pelangi itu.

Aku rindu kamu.

April 2013

Minggu, 14 April 2013

Kasih aku inspirasi.... Kasih.... -,-

Siang tadi aku menonton film korea, judulnya 'Love Fiction'.
Dan tau tidak? Aku menemukan jawaban atas pertanyaanku sendiri.
Pertanyaan yang nggak pernah aku tanyakan ke orang lain, selain diriku sendiri.

Jadi, film ini berkisah tentang penulis yang kehilangan inspirasinya.
Dia kosong. Kayak aku sekarang ini.
Dia nggak bisa nulis apapun.
Tulisannya selalu berhenti di jalan, atau malah mentok di judul.
Persis. Bedanya dia udah beneran jadi penulis. Dan aku masih bermimpi jadi penulis.

Dan ngutip dialog di film tadi, si penulis itu bilang; "Aku perlu seseorang yang bisa menginspirasiku"
Dan yak! Kalimat ini udah jadi jawaban yang selama ini aku cari (serius ini bukan kode)

Udah dua bulan aku nggak nulis apa-apa.
Bukannya sama sekali nggak berusaha nulis.
Tapi tulisanku buntu di tengah.
Satu cerpenpun aku nggak sanggup.

Tahu nggak rasanya gimana?
Hampaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget.
Sepi.
Hambar.
Kosong.
Aku kayak kehilangan sesuatu.
Damn!

Kalau dugaanku, sekarang ini aku lagi mati rasa.
Nggak seneng, nggak sedih.
Nggak lagi jatuh cinta, juga nggak lagi patah hati.
Gagal move on? Oh itu kemarin.
Sekarang sudah mulai bisa. In progres bro *kedip*

Jadi, dalam hati (kalau sekarang udah nggak dalam hati, soalnya udah ke post di blog)
I hope I can in love again.
After a long, long time.

Sekian. (Tuh kan buntu lagi, pfft)


akukudupiye????

Rabu, 03 April 2013

Hello Goodbye, my.... :)

Hai, selamat sore.
Kotaku hujan, bagaimana kotamu?
Sudah beberapa waktu tidak menyapamu.
Apa kabar?
Semoga baik.
Aku akan mengatakannya di sini, semoga kamu membacanya.
Walau kemungkinan kecil kamu membuka blogku.
Hampir mustahil.
Aku takkan lama.
Tapi bila aku lupa dan bicara terlalu banyak.
Tolong biarkan.
Yang perlu kamu lakukan hanya membacanya.
Bukankah tidak sulit?
Baik, aku mulia ya.
Aku hanya akan mengucapkan terima kasih untuk tiga tahun sudah mengisi satu bagian penting dalam diriku.
Memenuhinya hingga tak mengizinkannya dihuni oleh yang lain.
Kecuali keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kukasihi lainnya.
Terima kasih untuk kenangan dan inspirasinya.
Aku tidak akan melupakannya.
Bagiku, masa lalu ada bukan untuk dihapus.
Akan sulit melakukannya, percaya aku.
Aku tidak akan membencimu, tidak.
Tapi bukankah hidup harus bergerak maju.
Karena itu aku berhenti.
Kupikir cukup.
Aku akan memulai hal-hal baru yang semoga lebih baik lagi.
Maka hidupku akan bergerak maju.
Mana mungkin terjadi bila aku masih jalan di tempat, lelah sendirian.
Maaf karena terlalu keras kepala untuk menyerah.
Mungkin aku terlalu bodoh untuk sekadar menyadari bahwa aku harus berhenti di awal.
Sebelum semuanya terlanjur.
Lihat, aku sudah banyak bicara.
Mengetik kalimat-kalimat yang takkan kamu baca.
Biarkan saja.
Aku masih ingin melanjutkannya.
Izinkan aku melanjutkan.
Selamat menjalani hidupmu.
Hari-hari ke depan aku takkan menanyakan kabarmu lagi.
Di masa-masa selanjutnya semoga aku bahagia.
Ah, syukurlah aku mulai lupa apa yang ingin aku sampaikan.
Aku berharap kita tidak bertemu lagi.
Tapi jika memang kita harus bertemu, semoga silaturahmi kita baik.
Hallo, selamat tinggal :)