saya gadis sembilan belas tahun. hidup sehari-hari hanya dengan mama. berdua. papa meninggal sewaktu saya masih lima belas. kakak laki-laki saya yang pertama sudah berkeluarga dan punya satu putri. dan kakak laki-laki yang ke dua kebanyakan di jogja. sejak papa meninggal, jujur saja, saya seperti dituntut semesta untuk lebih dewasa dari usia saya. saya baru sadar kalau hidup ini tidak mudah, apalagi sepeninggal papa. saya harus mandiri, melakukan banyak hal tanpa bergantung lagi dengan orang lain. seiring banyak hal yang terjadi, bukan lagi semesta yang menuntut saya, tapi diri saya sendiri yang mendidik diri untuk lebih dewasa. saya agak keras terhadap diri saya sendiri. karena saya tahu, hidup yang akan saya lalui akan lebih keras. kadang saya lelah, iya tentu. saya merasa saya terlalu keras pada diri saya. saya merasa hidup tidak adil. kenapa harus saya yang berjuang lebih keras dari yang lain. Tuhan, saya tahu saya Engkau pilih. saya tahu Engkau punya maksud lain yang mungkin baru akan saya pahami kelak. Tuhan, saya tahu karena hal ini saya akan jadi perempuan kuat yang mandiri. saya tahu, tapi saya belum paham Tuhan. jadi, jangan lepas genggaman itu. terus bimbing dan temani saya.