Aku tahu, akan tiba masa di mana seseorang itu
muncul. Datang menghampiri.
Menghampiri aku, yang diam-diam telah
menunggunya.
Lama. Cukup lama. Menyimpan hati untuk kemudian
hanya kuberikan untuknya.
Untuknya, seseorang yang satu species. Satu
rasa. Satu jiwa.
Jiwa yang sama anehnya.
Yang sama absurbnya.
Aku tidak peduli kalau-kalau hobby kita berbeda.
Selera musik, film, makanan. Dan apapun.
Aku tidak mempermasalahkannya.
Tapi, yang kuharap satu.
Kamu sama anehnya, dan sama absurbnya denganku.
Hingga kelak saat kita bertemu, kamu tidak
menggeleng-gelengkan kepala karena takjub atas betapa ajaibnya aku.
Kamu tidak menghela napas dalam, karena bingung
dengan kebiasaan dan pembawaanku yang neka-neka.
Kamu tidak menyerah di awal dan undur diri dari
duniaku, dari istana yang kuciptakan seorang diri.
Aku ingin. Kamu menggelengkan kepala karena
menyadari kita sama gilanya.
Aku ngin. Kamu menghela napas dalam karena
bersyukur bertemu denganku yang sama ‘nggak beresnya’.
Semoga aku bertemu kamu, seseorang yang walau
hobby, selera musik, film dan makanannya berbeda. Namun tetap menghargai apa
yang aku suka. Menghargai duniaku. Menghargai apa yang selama ini aku kagumi.
Tentang menekjubkannya hujan, ajaibnya kemarau,
bintang yang memesona, dandelion yang keren, indahnya pelangi.
Tentang musik kontemporer Payung Teduh,
nikmatnya musik jazz ala Endah and Rhesa, dan semangat yang menjalar di tiap
lagu Sheila On 7.
Apa itu berlebihan? Kuharap tidak
.
Semoga Tuhan berbaik hati untuk menyimpannya,
yang kelak dipertemukan denganku di waktu dan saat yang
tepat.
Hai aneh-nya-aku, sampai bertemu.
Pagi.11
Mei 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar