pada kehilangan terakhir, kau masih di sampingku.
meluangkan sedikit waktu berkunjung kala itu.
memberikan sedikit semangat bagiku.
menghaturkan doa pada yang meninggalkanku.
itu dulu, ya perlu diketahui, itu dulu.
kini, kini....
selamat tinggal kenangan :)
Sabtu, 29 Desember 2012
Sabtu, 22 Desember 2012
di atas keinginan saya
Saya ingin memeluk kamu ketika kamu
lemah. Saya ingin bahu saya jadi tempatmu bersandar dan bercerita keluh kesahmu
di sana . Saya ingin
menjadi orang yang kamu cari ketika kamu butuh menangis. Tapi di atas segala
keinginan mustahil itu, saya harus menerima bahwa, bukan saya yang kamu cari. Dia.
Kamu mencari saya saat dia tidak ada. Hanya kala itu.
Kalau boleh berkeinginan lagi, saya
ingin melihatmu selalu tetawa. Bagi saya, tidak ada pemandangan paling
mengesankan saat kamu tertawa karena kebodohanku.
Saya rindu melihat
wajahbanguntidurmu, saat itu kamu benar-benar manis.
Semoga bisa bertemu lagi J
Selasa, 11 Desember 2012
Mencintai Siluetmu
Siluetmu tanpa ampun berkali-kali membuatku jatuh cinta juga
berulang kali.
Masih terkenang manis punggung yang membelakangiku itu.
Masih terpapar jelas mata yang lagi-lagi memaksaku selalu
ingin menatapnya walau aku takut.
Caramu berjalan, caramu mengangguk padaku.
Aku masih ingat sayang.
Mungkin kau yang sudah lupa tatapku.
Tatapan yang selalu ingin kembali pada matamu.
Tatapan yang malu-malu merekam segala tingkahmu.
Tatapan yang tiapa henti mengagumi sosokmu.
Mungkin aku bodoh.
Bertahan pada siluetmu, bukan pada hatimu.
Entah, aku tak pernah tahu jawabnya.
Hanya saja tiap siluetmu singgah meski sesaat dalam pikiran.
Aku kembali jatuh cinta padamu, dan....
Bahagia.
Kamis, 06 Desember 2012
selamat ulang tahun
aku tidak perlu memberimu ucapan 'selamat ulang tahun' bukan?
bukankah tak berarti? :)
bukankah doa jauh lebih dari apapun?
bukankah doa yang tak kusampaikan jadi jauh lebih khusyuk?
maaf tak pernah memberimu apa-apa..
aku hanya takut tidak mempunyai mental yang cukup saat pemberianku kau abaikan..
makanya aku hanya diam di sini..
tidak, aku tidak pernah lupa.. :)
bukankah tak berarti? :)
bukankah doa jauh lebih dari apapun?
bukankah doa yang tak kusampaikan jadi jauh lebih khusyuk?
maaf tak pernah memberimu apa-apa..
aku hanya takut tidak mempunyai mental yang cukup saat pemberianku kau abaikan..
makanya aku hanya diam di sini..
tidak, aku tidak pernah lupa.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)