Teduh, hanya dengan menatap matamu, aku merasa digdaya menjalani hariku.
Teduh, hanya dengan mengamati gerak-gerikmu, aku merasa menit-menit ke depan akan ceria.
Teduh, kamu tahu, dua kalimat tadi sungguh berlebihan.
Teduh, aku tak yakin bisa mengatasi kekaguman ini.
Teduh, apa yang harus aku lakukan jika kelak aku tak lagi bisa menahannya?
Teduh, bagaimana jika aku nekad mengatakannya padamu?
Teduh, kamu tahu, beberapa hari ini aku selalu berkompromi dengan diriku sendiri.
Teduh, bagaimana bisa aku melawan segala debar yang selalu datang?
Teduh, I adore you.
Rabu, 04 Februari 2015
Teduh, bagaimana jika....
Langganan:
Postingan (Atom)