Kamis, 02 Januari 2014

Inspirasi

Sayangnya, aku butuh kamu.
Seseorang yang kerap mengingatkan, bahwa semua akan kembali baik-baik saja meski badai mengguncang tanpa basa-basi.
Meski angin cobaan rusuh datang menghampiri.
Kamu tahu? Tak ada lagi yang berujar demikian.
Walau aku tahu, kalimat itu tak lain hanya sebuah kebohongan.
Demi aku yang kamu tenangkan.
Hai, aku sudah berhenti menunggu.
Tapi maafkan jika masih kerap membuat tulisan tentangmu.
Beri aku maaf atas kelancanganku.
Menjadikanmu inspirasi pada banyak karyaku yang satupun mungkin belum pernah kamu tengok.
Mereka teronggok.
Tak apa, walau begitu, aku tetap mengulanginya.
Menulis dan terus menulis.
Hingga lelah, lalu tertidur.