Senin, 12 Mei 2014

Hai

Tuan, izinkan aku bercerita.
Urusanmu, apakah mau mendengar atau tidak.
Tuan, kini kemampuanku memasak berkembang lumayan mumpuni.
Sekarang, pintalah aku untuk memasak.
Aku akan menyanggupinya.
Asal jangan kamu minta aku membuat masakan khas kita yang kaya bumbu.
Hehe.
Tuan, aku jamin, kini aku lebih bijaksana.
Oh aku lupa, sedari dulu, bukankah kamu yang masih terjebak masa kanak-kanakmu?
Aku yang seperti ini tak bisa mengimbangimu.
Kalau kamu mencari perempuan feminin dan penuh kelembutan.
Mungkin tak akan kamu temukan padaku.
Aku masih seperti yang kamu kenal dulu.
Tak pernah bisa diam.
Tak bisa untuk tidak sibuk berpikir sendiri.
Masa bodoh dengan penampilan.
Memakai apa yang aku suka dan membuatku nyaman.
Tak peduli jika lupa pakai krim malam.
Masih sering malas mandi.
Masih sering lupa untuk makan.
Tuan, entah, aku tiba-tiba saja merindu.
Maaf jikalau lancang.
Hehehe.

Benarkah Kita Ada Pada Frekuensi yang Sama?

aku amat tertarik ketika tahu, selera musik kita hampir sama.
menyukai lagu-lagu yang tidak banyak orang suka.
kesukaan 'nonton orang manggung' kamu juga mempunyainya.
aku tertegun sejenak waktu secara kebetulan kita menyenandungkan lagu yang sama.
yang lagi-lagi tak banyak orang menyukainya.
sudah lama aku tak bertemu orang yang mungkin saja satu frekuensi denganku.
yang mengerti bagaimana anehnya aku.
yang bisa menjawab banyak tanyaku yang sepele dan terdengar sama sekali tak penting.
terima kasih sudah menyulam pertemanan denganku, si cempreng ini.
si cempreng yang menyebalkan ini. :)