selamat sore mendung.
dua puluh empat hari belakangan aku gelisah.
aku kedatangan gersang selama dua puluh empat hari belakangan.
teduhnya tak lagi hadir.
teduhnya tak lagi mampir.
aku rindu.
bukan, aku bukan rindu.
atau tak hanya rindu.
tapi aku takut, aku lupa 'keteduhannya'.
sudah dua puluh empat hari.
aku tak melihatnya.
mata yang teduh itu
mata teduhmu.
duapuluhenamnovember duaributigabelas.
duapuluhempathari setelah malam itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar