Dalam
sakit, luka, gelap, juga kecewa.
Tiap
orang pasti mempunyai sosok yang ia jadikan alasan untuk bertahan.
Baik,
kusebut mereka; ‘key survival’ ; kunci untuk bertahan hidup.
Mereka
mungkin saja orang tua, keluarga, sahabat, atau kekasih.
Bagi
saya, ‘mereka’ adalah orang tua, keluarga, dan sahabat yang luar biasa.
(jelas
pacar nggak jadi key survival, orang nggak punya :p)
Setelah
ngobrol panjang lebar dengan seorang sahabat, saya
menemukan sesuatu.
Di
usia-usia labil ini, di masa pencarian jati diri ini.
Di saat
hati dan rasa sedang tak menentu seperti musim di negeri kita ini.
Saya
menyadari satu hal
Setiap
orang pasti mempunyai sesuatu yang dipendam dalam hati.
Setiap
orang pasti pernah merasa sendiri.
Setiap
orang pasti pernah merasa betapa dunia sedang tidak bersahabat.
Setiap
orang pasti pernah merasa kecewa terhadap satu hal yang tidak sesuai harapan.
Dan di
atas segala perasaan yang pernah ada.
Di atas
semua sakit dan kesedihan yang tercipta.
Kita
semua butuh ‘mereka’.
Yang
perlu dilakukan hanya duduk diam dan mendengarkan.
Sesekali
membalas tatapan, hanya untuk meyakinkan betapa diri kita hebat.
Sesekali
menepuk pundak, hanya untuk memberitahukan bahwa kita bisa melewati segala
panas terik kendala hidup.
Mereka,
sosok yang pada akhirnya memeluk kita, menjalarkan kekuatan dalam diri.
Kemudian menangis, ikut merasakan tiap luka dan kecewa yang mungkin saja
membuncah dalam sukma.
Mereka
itu ada. Mereka itu nyata.
Disadari
atau tidak, mereka yang menguatkan kita.
Mereka
yang membantu kita berdiri lebih tegak.
Mereka
yang menyadarkan kita bahwa, kita tidak pernah sendiri.
Mereka
yang memberitahukan bahwa dunia ini indah.
Dunia ini
penuh warna.
Dan
berbagai rasa yang mendera, sungguh hanya bagian kecil dari semesta yang maha
luas ini.
Apapun
yang kita miliki saat ini.
Apapun
yang kita jalani sekarang ini.
Dan
apapun rasa yang mendominasi hati.
Kita
patut bersyukur bahwa meski kita merasa kita ini bukan siapa-siapa.
Lihat,
di sekitarmu, di sekelilingmu.
Masih
ada ‘mereka’, sosok yang setulus hati mencinta. Yang hanya ingin suatu saat
kita meraih bahagia yang sejati.
Maka,
berbahagialah, ‘mereka’ masih ada.
Mereka
di sisimu.
Meski
tangan tak selalu nyata menggenggam, tapi doa selalu menjaga.
Meski
raga tak selalu hadir, tapi doa selalu menemani.
Bahagiakan
mereka.
Balas
cinta itu dengan segenap kemampuan yang kamu miliki.
Sore. 11mei2013.