Kamu pernah baca 'Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin' karya Darwis Tere Liye?
Kurang lebih seperti ini garis besarnya; pada kehidupan, pada jalan yang telah Tuhan tentukan. Kita hanya perlu mengikuti arahnya. Katakan saja pasrah. Tunggu, jangan buru-buru menyanggah. Dalam hal mengikuti arahnya, kamu harus melakukan yang terbaik yang kamu bisa. Bukan hanya mengalir, bukan hanya patuh. Ada hal-hal yang memang seyogyanya kita terima. Ada kejadian-kejadian yang mungkin memang harus terjadi pada kita. Dan kita hanya harus menciptakan pemahaman searif mungkin. Tentang mungkin ini adalah jalan terbaik, skenario maha keren dari Tuhan. Kita mungkin hanya harus menjadi daun yang bijak, yang menerima keadaan dengan penuh keikhlasan pada masanya ia jatuh. Ia tak pernah membenci angin.
Dan saya, saya sedang berusaha sekuat yang saya mampu. Semampu kekuatan saya untuk jadi daun-yang-bijak itu. Pada cerita yang harus saya lakoni, pada keadaan yang harus saya jalani. Saya sedang berusaha menerimanya dengan pemahaman yang sedang saya rancang baik-baik. Bahwa meski kita sudah melakukan yang terbaik, bahwa walaupun kita sudah merasa memberikan segala kemampuan yang kita punya. Ada saja hal yang tidak sesuai keinginan kita. Ada hal yang tidak sesuai rencana. Maka, apa yang bisa kita lakukan? Tentu! Mengubah keadaan jadi lebih baik. Mencipta keadaan sesuai apa yang kita harapkan. Dengan jadi manusia yang lebih baik lagi. Dengan hati yang lebih lapang lagi. Dengan ketulusan yang lebih dalam lagi. Kita bisa membuat keadaan seperti semula, saat bahagia masih memeluk kita. Saat hanya senyum dan tawa yang kita persembahkan buat orang-orang terdekat. Bukan air mata.
Jadi, untuk kamu yang merasa dunia sedang tak bersahabat. Percayalah, semua akan baik-baik saja. Semua akan kembali seperti semula hanya jika kamu percaya pada dirimu sendiri. Pada kekuatanmu untuk bangkit. Pada Tuhan yang akan selalu menggenggam. Kalaupun kamu merasa tak sanggup, pandang wajah orang-orang yang selalu mendukungmu. Ada kekuatan pada raut wajah mereka. Ada harapan yang akan timbul lagi dalam dada.
Sampaikan pada Tuhan keluh kesahmu. Pintalah maaf-Nya. Mungkin ada kelalaianmu. Pasti ada maaf-Nya. Jangan lupa, mohonlah Dia untuk selalu menjaga. Meski sebenarnya tanpa kamu minta, Dia akan selalu menemani meski kadang kamu alpa tentang kebaikan-Nya.
Selamat berjuang untuk kamu, siapapun kamu.
Selamat membangun pemahaman yang bijak tentang jalan hidupmu sendiri.
Selamat berusaha untuk jadi lebih arif.
Ada Tuhan yang akan selalu menyertai setiap langkahmu.