Sebagian diriku mensyukuri pertemuan tadi.
Setidaknya kami sama-sama tahu bahwa kami telah berdamai
dengan masa lalu.
Tidak.
Kami telah berdamai dengan diri kami masing-masing.
Sebagian dariku menyesali pertemuan tadi.
Bagaimana jika muncul candu?
Toh dia masih seperti dulu.
Selalu jadi teman bercerita yang menyenangkan.
Tapi kuakui, kali ini dia lebih dewasa.
Membiarkanku biacara panjang lebar.
Baru dia berujar.
Dia kini lebih tenang.
Aku pun.
Mata kami tak lagi melarikan diri.
Beberapa kali titik focus kami pasrah bertemu.
Begitu saja.
Tak ada ragu.
Ya.. ya, memang benar dia cinta pertama.
Meski tak menjadi yang selamanya.
Terima kasih.