Di tempat biasa kita bertemu.
Memainkan kaki panjangmu.
Pertanda kamu sedang menunggu.
Tapi aku tidak bisa datang.
Juga tidak mampu memberi kabar.
Di sini, sepagi ini aku juga gelisah.
Bingung bagaimana caranya aku bisa datang.
Berpikir keras.
Tapi pada akhirnya aku tidak berbuat apapun.
Duduk diam.
Menyerahkan kepasrahan.
Jika kita memang berjatah bertemu lagi.
Kita akan bertemu lagi.
Bukan, bukan aku tidak berkeinginan berusaha.
Hanya, aku menyerahkan segala kepasrahan.
Bukankah, kita juga sudah berusaha?
Hanya, campur tangan Tuhan juga yang menentukan.
Selamat pagi, kamu yang berdiri di sana :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar