Sabtu, 18 April 2015

Aku Sudah Kehilangan Kamu Karena Ulahku

Aku seutuhnya kehilangan seseorang yang mengingatkanku tentang jalan pulang pada Tuhan.

Seseorang yang pernah terang-terangan bilang; hidupmu kurang syukur, hidup ga melulu tentang dunia kan?
Lalu dengan segenap ikhlas aku mengiyakan.

Seseorang yang tak punya mimpi muluk memang, ia tak mengejar banyak hal. Asal selalu dekat Allah, baginya cukup. Sesuatu yang masih belum bisa kuterima di usiaku genap kepala dua.

Seseorang yang tak pernah lelah mengingatkan satu hal; salat.

Seseorang yang paling benci kalau berkendaraku ngebut.

Seseorang yang khawatir ketika jam pulang kerjaku turun hujan.

Aku sudah kehilangan kamu, karena ulahku.

Sabtu, 11 April 2015

Yang Tepat Untuk Kamu Ajak Mendaki

Aku bercerita padamu soal mimpiku, tentang aku yang mendadak mendaki gunung bersamamu. Aku ingat kita saling berbincang sambil sesekali bercanda. Tapi di akhir mimpi, ketika tiba saat pulang, aku kamu tinggal.

Lalu kamu bilang; soalnya waktu turun aku lari.

Ya, aku kini paham bahwa sejak awal kamu paham bahwa aku bukan yang tepat untuk kamu ajak 'mendaki'.

Ya, aku mengerti bahwa sedari awal kamu tahu, aku bukan yang terbaik untuk kamu ajak berjuang.

Mungkin kamu kira aku tak bisa di sampingmu.

Mungkin kamu pikir aku tak mampu berdiri di belakang, menopangmu.

Kamu lebih pintar dari yang aku tahu.

Ya, sepertinya memang benar dugaanmu, aku bukan yang tepat untuk kamu ajak mendaki.

Bukan. :)