Kamis, 13 Juni 2013

Selamat pagi, kamu yang berdiri di sana :))

Sepagi ini aku resah, tahu bahwa kamu sedang berdiri di sana.
Di tempat biasa kita bertemu.
Memainkan kaki panjangmu.
Pertanda kamu sedang menunggu.
Tapi aku tidak bisa datang.
Juga tidak mampu memberi kabar.

Di sini, sepagi ini aku juga gelisah.
Bingung bagaimana caranya aku bisa datang.
Berpikir keras.
Tapi pada akhirnya aku tidak berbuat apapun.
Duduk diam.
Menyerahkan kepasrahan.

Jika kita memang berjatah bertemu lagi.
Kita akan bertemu lagi.
Bukan, bukan aku tidak berkeinginan berusaha.
Hanya, aku menyerahkan segala kepasrahan.
Bukankah, kita juga sudah berusaha?
Hanya, campur tangan Tuhan juga yang menentukan.

Selamat pagi, kamu yang berdiri di sana :))

Minggu, 09 Juni 2013

Mimpi-mimpi Itu Lagi


Kepada kamu yang (dulu) selalu berujar semuanya-akan-baik-baik-saja.
Kepada kamu sang parter diskusi yang ‘cukup’ baik.
Kepada kamu penenang penyesalan.
Kepada kamu satu-satunya member lain selain aku di  ‘karena kami bukan anak pertama’ united.
Kepada kamu yang tahu benar mimpi-mimpiku.
Kepada kamu.... kamu....
Ada banyak cerita yang tertahan dalam hati ingin kubagi..
Ada mimpi-mimpi itu lagi, yang menyembul keluar dari persembunyiannya selama ini.
Lalu kepada siapa lagi?
Harus kumencari sumber energi lain untuk memebenamkan mimpi-mimpi itu kembali.
Melarungnya ke samudera maha luas agar ia takkan muncul lagi.
Mimpi yang resmi harus kuenyahkan kurang lebih setahun lalu.
Bukan mimpi-mimpi bualan cinta.
Bukankah mimpi dalam kehidupan ini tidak melulu soal cinta?

Sabtu, 08 Juni 2013

'Kekuatan Sebuah Pena' ~Tere Liye :))



Salah satu keinginan yang pengen aku wujudin di 2013 adalah ketemu salah satu penulis favoritku, bang Darwis Tere Liye.
Dan akhirnya, kamis 6 Juni 2013 Alhamdulillah aku dikasih kesempatan buat ikut seminarnya bang Tere di UGM.
Udah lama banget pengen ikut seminarnya bang Tere. Mulai dari seminar yang di UNDIP, UNY. Dua-duanya terlewatkan gitu aja. Udah sempet patah hati sebenernya.

Sampai akhirnya, di suatu siang (ciegitu) kakak kelas SMA aku yang juga suka karya-karyanya bang Tere ngasih tau kalau bakal ada seminarnya Beliau di UGM. Ya udah, langsung cap cus pesen tiketnya.

Tadinya, aku kira bang Tere orangnya kalem, kebapakan gitu.. ternyata.....
Orangnya selow banget. Asik, lucu. Nggak ribet.
FYI, pas ngisi seminar, Beliau dengan santainya pakai sandal jepit. Padahal dalam bayangan aku, bang Tere nantinya pakai kemeja, jalannya kalem gitu. Taunya pas keluar, asik aja gitu pakai kaos, celana jeans, kupluk, sweater yang dikalungin di leher dan, sendal jepit. Iya sendal jepit.
Tapi kecenya, dari mulai kupluk, sweater, sampe sendal jepitnya warnanya senada gitu. Hijau.
Nih.... :D
























Kata-kata yang aku inget sampe pas nulis ini adalah; ”Kita tidak akan pernah bisa mengalahkan waktu.”
Daleeeemm....
Oya, seminar yang diadain di UGM ini temanya; ‘Kekuatan Sebuah Pena’
Jadi talk show seputar dunia tulis menulis.
Di sini bang Tere berbagi tips buat kita-kita tentang menulis.
Aku mau bagi tipsnya deh, supaya bermanfaat bagi banyak orang.
Kata bang Tere lagi; ’menulis adalah menyebar buah-buah kebaikan’
Ini ceritanya lagi mengamalkan kalimat itu. Hehe.
Nih tipsnya.....

  • Semua hal itu pada dasarnya bisa menginspirasi kita untuk menulis.

Dimulai dari aktivitas kita sehari-hari, hobby, maupun hal-hal menyakitkan dan menyedihkan yang kita alami. Semuanya bisa jadi bahan inspirasi.
Cuman yang ditekankan bang Tere di sini adalah, setiap penulis yang baik harus bisa memandang sesuatu dengan sudut pandang yang spesial. Yaitu, sudut pandang yang bisa jadi tidak dipikirkan orang lain.

  • Berpikir kreatif.

Berpikir kreatif itu nggak harus selalu orisinil. Katanya, perbanyaklah membaca buku. Saat kita membaca sebuah karya, dan kita coba menulis. Dan saat itu gaya bahasa kita terpengaruh gaya bahasa orang lain. Itu nggak masalah. Nggak masalah.
  • Berpikir spesial.

Berpikiran yang berbeda dari orang lain. Berpikir yang tidak banyak dipikirkan orang lain. Dan berpikir spesial itu tidak harus megah. Tidak perlu muluk-muluk. Sederhana.
·       
  • Setiap penulis itu selalu butuh amunisi.
Amunisi dalam hal ini apa? Bahan tulisan. Tanpa bahan tulisan bang Tere mengibaratkan penulis seperti teko kosong yang mencoba mengisi cangkir. Dipaksa bagaimanapun, cangkir tidak akan pernah terisi. Jadi, kata-kata adalah senjata terbaik bagi seorang penulis.
·        
  • Dalam dunia tulis menulis, tidak ada tulisan baik, juga tidak ada tulisan buruk.
Yang ada adalah tulisan tersebut relevan atau tidak dengan sang pembaca.

Bang Tere juga memotivasi kita untuk membangun motivasi di dalam diri kita untuk menulis. Karena menulis juga butuh motivasi. Ketika kita kehilangan motivasi tersebut, panggil kembali. Karena motivasi yang kuat di dalam diri sangat berpengaruh.

ini muka norak aku yg saking senengnya :)) *ignore*

kamis,   6Juni 2013

Sabtu, 01 Juni 2013

Jangan Takut Edelweis, Jangan Takut Dandelion


Untuk Edelweis, Untuk Dandelion
Jangan pernah takut
Jangan pernah merasa kalian tidak istimewa
Bagiku, kalian adalah bunga, tanaman atau apapun istilahnya yang keren!
Kalian menakjubkan
Kalian indah
Bagaimana bisa kalian tetap memesona bertengger di vass kamarku untuk waktu yang cukup lama
Meski Dandelion sedikit rapuh jika terkena angin
Tapi, sungguh Dandelion cantik, cantiiiikk sekali
Arti dari diri kalian membuat kalian spesial
Dan berbeda dari bunga-bunga lainnya

Kamu istimewa di hati my Dandelion
Entah edelweis beneran apa engga, yang aku tahu ini dari kakak aku :))