Jumat, 19 Desember 2014

Meluap.

Saya masih senyum-senyum sendiri mengingat terakhir kali saya datang ke tempat kerjamu. Dengan debar yang masih sama kencangnya dengan saat pertama kali kita bertemu. Dari jarak tiga meter saya diam-diam 'menyimak' kamu. Memerhatikan setiap inci pesona kamu. Entah, rasanya menyenangkan melihat kamu. Lucu. Kenapa dari jauh saja rasanya begitu menyenangkan? Bahagiaku meluap Tuan. Rasanya tak cukup hanya kuekspresikan dengan nyanyian. Oleh karenanya saya menulis ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar