"Alis matamu; sepasang sayap malaikat nan murung, di bawahnya aku beteduh, menepi dari kefanaan dunia yang gaduh." - @melepaskan -
"Di matanya, aku melihat serbuk-serbuk puisi, seperti taburan kopi, yang diseduh setiap pagi." - @azmo__ -
"Matamu satu-satunya ufuk yang kukenal. Di sana, Tuan, berulang kali surya purnama terbit dan tenggelam." - @aqmarinnaa -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar