Jumat, 15 Februari 2013

Rindu Untukmu, Laki-laki Idolaku. Baik-baik di sana :)

Tuhan, dalam rapalan rindu aku mengadu.
Membuncah Tuhan.
Ya, rasa sesak ini menyerangku tiada ampun.
Buat mereka berhenti sejenak menggangguku.
Aku lelah.
Izinkan ak sebentar saja tak merindu.
Ah, aku tau Kau mendengarku.
Bukan Kau tak inginkan aku lepas dari kerinduan yang sebenarnya, tanpa kusadari aku menikmatinya.
Hanya aku ragu mengakui.
Tapi merindukan seseorang yang berbeda dunia ternyata amat menyakitkan Tuhan.
Siapa bilang, sakitnya perpisahan raga masih bisa diredam.
Bila dibanding raga yang dekat, namun hati menjauh.
Salah! Itu tidak benar.
Kami berpisah selama-lamanya.
Walau sebenarnya ia dekat.
Tapi, bukankah rindu akan sirna kala mata kami saling menatap?
Bukankah rindu juga butuh pelukan nyata?
Ah, rasanya mustahil.
Aku tahu benar.
Tuhan, titip rindu untuk laki-laki yang begitu kuhormati dalam hidupku itu.
Tolong bahagiakan beliau.
Aku mengerti, ini terbaik baginya.
Ya, izinkan aku.... Ikhlas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar