Aku bercerita padamu soal mimpiku, tentang aku yang mendadak mendaki gunung bersamamu. Aku ingat kita saling berbincang sambil sesekali bercanda. Tapi di akhir mimpi, ketika tiba saat pulang, aku kamu tinggal.
Lalu kamu bilang; soalnya waktu turun aku lari.
Ya, aku kini paham bahwa sejak awal kamu paham bahwa aku bukan yang tepat untuk kamu ajak 'mendaki'.
Ya, aku mengerti bahwa sedari awal kamu tahu, aku bukan yang terbaik untuk kamu ajak berjuang.
Mungkin kamu kira aku tak bisa di sampingmu.
Mungkin kamu pikir aku tak mampu berdiri di belakang, menopangmu.
Kamu lebih pintar dari yang aku tahu.
Ya, sepertinya memang benar dugaanmu, aku bukan yang tepat untuk kamu ajak mendaki.
Bukan. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar