Tuan, izinkan aku bercerita.
Urusanmu, apakah mau mendengar atau tidak.
Tuan, kini kemampuanku memasak berkembang lumayan mumpuni.
Sekarang, pintalah aku untuk memasak.
Aku akan menyanggupinya.
Asal jangan kamu minta aku membuat masakan khas kita yang kaya bumbu.
Hehe.
Tuan, aku jamin, kini aku lebih bijaksana.
Oh aku lupa, sedari dulu, bukankah kamu yang masih terjebak masa kanak-kanakmu?
Aku yang seperti ini tak bisa mengimbangimu.
Kalau kamu mencari perempuan feminin dan penuh kelembutan.
Mungkin tak akan kamu temukan padaku.
Aku masih seperti yang kamu kenal dulu.
Tak pernah bisa diam.
Tak bisa untuk tidak sibuk berpikir sendiri.
Masa bodoh dengan penampilan.
Memakai apa yang aku suka dan membuatku nyaman.
Tak peduli jika lupa pakai krim malam.
Masih sering malas mandi.
Masih sering lupa untuk makan.
Tuan, entah, aku tiba-tiba saja merindu.
Maaf jikalau lancang.
Hehehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar