Dan tau tidak? Aku menemukan jawaban atas pertanyaanku sendiri.
Pertanyaan yang nggak pernah aku tanyakan ke orang lain, selain diriku sendiri.
Jadi, film ini berkisah tentang penulis yang kehilangan inspirasinya.
Dia kosong. Kayak aku sekarang ini.
Dia nggak bisa nulis apapun.
Tulisannya selalu berhenti di jalan, atau malah mentok di judul.
Persis. Bedanya dia udah beneran jadi penulis. Dan aku masih bermimpi jadi penulis.
Dan ngutip dialog di film tadi, si penulis itu bilang; "Aku perlu seseorang yang bisa menginspirasiku"
Dan yak! Kalimat ini udah jadi jawaban yang selama ini aku cari (serius ini bukan kode)
Udah dua bulan aku nggak nulis apa-apa.
Bukannya sama sekali nggak berusaha nulis.
Tapi tulisanku buntu di tengah.
Satu cerpenpun aku nggak sanggup.
Tahu nggak rasanya gimana?
Hampaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget.
Sepi.
Hambar.
Kosong.
Aku kayak kehilangan sesuatu.
Damn!
Kalau dugaanku, sekarang ini aku lagi mati rasa.
Nggak seneng, nggak sedih.
Nggak lagi jatuh cinta, juga nggak lagi patah hati.
Gagal move on? Oh itu kemarin.
Sekarang sudah mulai bisa. In progres bro *kedip*
Jadi, dalam hati (kalau sekarang udah nggak dalam hati, soalnya udah ke post di blog)
I hope I can in love again.
After a long, long time.
Sekian. (Tuh kan buntu lagi, pfft)
akukudupiye????

jangan terburu-buru, inspirasi ada disekitar kita tergantung kita pinter nangkapnya atau enggak
BalasHapuskalo hampa gara2 "perasaan" mah gue jg *ups
yg jelas perasaan bisa dikendalikan kok *kadang2
ey ada mirul..
BalasHapusnah, kadang2 juga, kepekaan kita menurun, entah kenapa.. mungkin itu masalahnya..
#EAK malah curhat, haha