Rabu, 28 November 2012

Penulis idola; Darwis Tere Liye ❤

saya sangat mengagumi Beliau.. saya sudah jatuh cinta berkali-kali pada tulisan-tulisannya.. saya selalu di bawa ke alam lain saat membaca tulisannya.. Beliau, Darwis Tere Liye.. saya bermimpi, suatu saat tulisan saya akan sama spektakulernya dengan Beliau, syukur-syukur bisa melebihi.. :D
berikut adalah cuplikan-cuplikan yang ada dalam karya-karyanya:


Orang-orang yg merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa-doanya menguntai tangga yg indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yg lebih baik.
Darwis Tere Liye


Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.
Tere Liye, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.


Walau digengam kuat, andai ia bukan milik kita, ia terlepas juga. Walau ditolak ke tepi, andai ia untuk kita, ia mendatang juga. Itulah namanya jodoh
Tere Liye


Terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus sabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan
Tere Liye


Perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang dilangit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah persaan.
Pak Tua dalam Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah oleh TERE LIYE


Perasaan yang terpendam juga bisa dibilang doa, bukan?
Tere Liye- Moga Bunda Disayang Allah


Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.
Tere Liye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar